BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Usaha pencapaian tujuan pendidikan
yang diinginkan banyak sekali metode-metode pembelajaran yang diterapkan pada
lingkungan pendidikan terutama bagi pendidikan yang bertujuan untuk
meningkatkan motivasi seorang peserta didik. Salah satu langkah untuk memiliki
strategi itu dengan cara guru harus menguasai teknik-teknik pengajaran atau
metode mengajar( Roestiyah NK,1991:1). Dalam menentukan metode yang nanti akan
kita gunakan hendaknya harus sesuai juga dengan materi yang diajarkan karena
hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar seorang peserta didik. Seperti yang diungkap oleh Sutama (2000)
tentang peningkatan efektifitas belajar melalui gaya mengajar menyimpulkan
bahwa dalam penyampaian materi pelajaran, seorang guru harus bisa menentukan
metode apa yang tepat sesuai dengan materi yang akan disampaikan sehingga
prestasi belajar siswa akan tercapai sesuai tujuan. Dengan demikian hal ini
menjadi tantangan bagi seorang pendidik dalam mengembangan pemikiran yang
positif bagi diri mereka. Banyak faktor yang seringkali dijadikan tolak ukur
keberhasilan pendidikan. Salah satunya adalah dengan melihat keberhasilan
proses perkuliahan dalam mencapai tujuannya. Faktor lain yang sangat berperan
saat ini adalah motivasi mahasiswa dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk memulai
sebuah proses belajar mengajar. Mahasiswa mempunyai dorongan atau penggerak
untuk melakukan kegiatan belajar di perguruan tinggi untuk mencapai tujuan
belajar yang diinginkannya.
B.
Tujuan
·
Untuk mengetahui pengertian motivasi belajar
·
Untuk mengetahui apa saja jenis dan sifat dari
motivasi belajar
·
Untuk mengetahui bagaimana strategi atau cara
untuk mmenumbuhkan motivasi belajar
C.
Rumusan Masalah
·
Apa pengertian dari motivasi belajar?
·
Apa saja jenis dan sifat motivasi belajar?
·
Bagaimanakah cara untuk menumbuhkan motivasi
belajar?
BAB II PEMBAHASAN
A.
Konsep
Motivasi Belajar
Motif dalam bahasa Inggris adalah motive berasal
dari kata “motion” yang berarti gerak atau sesuatu yang bergerak.
Berawal dari kata motif itu motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak
yang telah menjadi aktif.
·
Menurut Hamzah B. Uno (2011: 23) “motivasi
belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar
untuk mengadakan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau
unsur-unsur yang mendukung. Indikator-indikator tersebut, antara lain: adanya
hasrat dan keinginan berhasil, dorongan dan kebutuhan dalam belajar, harapan
dan cita-cita masa depan, penghargaan dalam belajar, dan lingkungan belajar
yang kondusif.”
·
Winkel (2005: 160),
menyebutkan motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis didalam
siswa yang menimbulkan kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan.
·
Sardiman A. M (2007:
75), menjelaskan motivasi belajar adalah seluruh daya penggerak didalam diri
siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari
kegiatan belajar yang memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan
yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat dicapai.”
·
Clayton Alderfer dalam Hamdhun,2011 motivasi
belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan segala kegiatan belajar yang
didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin.
Dari
beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah
seluruh daya penggerak psikis yang ada dalam diri individu siswa yang dapat
memberikan dorongan untuk belajar demi mencapai tujuan dari belajar tersebut.
B.
Jenis
dan Sifat motivasi Belajar
1.
Jenis motivai belajar
Secara umum jenis motivasi dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu:
·
Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada
motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi
biologis atau jasmani manusia sehingga perilakunya berpengaruh oleh insting
atau kebutuhan jasmani. McDougall berpendapat bahwa tingkah laku terdiri dari pemikiran
tentang tujuan, perasaan subjektif, dan dorongan mencapai kepuasan. Insting
yang penting pada manusia adalah memelihara, mencari makan, melarikan diri,
berkelompok, mempertahankan diri, rasa ingin tahu, membangun, dan kawin
(Koeswara, 1989; Jalaludin Rachmat, 1991).
·
Motivasi Sekunder adalah motivasi yang
dipelajari. Sebagai ilustrasi, orang yang lapar akan tertarik pada
makanan tanpa belajar. Untuk memperoleh makanan tersebut, orang harus bekerja
terlebih dahulu. Agar dapat bekerja dengan baik, orang harus belajar
bekerja. “ bekerja dengan baik” merupakan motivasi sekunder.
2. Sifat
motivasi
Sifat motivasi dibedakan
menjadi dua:
·
Motivasi Internal adalah
motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang. Misalnya: Vicky ingin
menjadi juara kelas. Atas dasar tujuan tersebut, Vicky berusaha untuk menjadi
yang terbaik diantara teman-temannya. Contohnya: mengumpulkan tugas tepat
waktu, aktif dalam diskusi kelas.
·
Motivasi Eksternal adalah
motivasi yang bersumber dari luar diri seseorang.
Misalnya: motivasi dari
orangtua, motivasi dari guru, motivasi dari teman dan motivasi dari yang lain.
Sebagai contoh, Orang tua memberikan arahan kepada anaknya untuk
memilih jurusan yang tepat sesuai dengan kemampuan atau bakat yang dimilikinya.
C.
Strategi
Menumbuhkan Motivasi Belajar
Menurut Sutikno
untuk membangkitkan motivasi belajar, dapat dilakukan dengan beberapa stretegi,
antara lain :
(a). Menjelaskan tujuan belajar
ke peserta didik. Pengajar harus menetapkan tujuan yang wajar bagi setiap
materi yang dibahas, yang memungkinkan mahasiswa untuk kemajuan di dalam kelas.
Begitu pula dengan proses belajar mengajar, untuk pembahasan suatu materi
terlebih dahulu mahasiswa diantarkan atau dijelaskan tentang tujuan dari pokok
bahasan yang akan dicapai dan kaitan – kaitan antara materi yang dibahas dengan
materi sebelumnya.
(b). Hadiah, Pemberian hadiah
kepada mahasiswa merupakan salah satu strategi untuk membangkitkan motivasi
kepada mahasiswa. Hadiah dalam hal ini tidak selalu berupa barang, akan tetapi
dapat berupa suatu penghargaan nilai tambahan. Pemberian nilai semacam ini akan
memacu semangat untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di dalam pemberian hadiah
ini tidak baik, jika dilakukan terlalu sering.
(c). Saingan/kompetisi, Kompetisi
dapat dilakukan saat proses belajar mengajar berlangsung, dengan jalan memberi
kesempatan kepada mahasiswa untuk mengerjakan soal latihan ke depan kelas
ataupun menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diajukan pihak pengajar. Hal ini
dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa tersebut.
(d).Pujian, Mahasiswa
yang mendapat pujian akan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk lebih giat
dalam belajar. Pemberian pujian dapat membangun diri seseorang untuk
mendapatkan suatu kepercayaan, kompetensi, dan harga diri. Apabila dalam
belajar masih lemah, biarkan supaya tahu bahwa ia tetap percaya dapat
memperbaiki dan berhasil dari waktu ke waktu.
(e).Membangkitkan dorongan kepada anak didik
untuk belajar,untuk meningkatkan motivasi yang utama
adalah menumbuhkan rasa percaya diri. Untuk membangkitakan seseorang untuk mau
belajar adalah memberi kesempatan untuk berhasil di awal. Setelah merasa bahwa
mereka dapat berhasil, dapat ditingkatkan secara bertahap ke tingkat yang lebih
sulit.Tahapan ini dapat diberikan baik untuk latihan soal, pembahasan soal,
soal ujian yang diberikan maupun tugas – tugas rumah.
(f).Membentuk kebiasaan belajar
yang baik, Selama dalam proses belajar
mengajar diperlukan pemberian umpan balik atau suatu komentar, pemberian
komentar terhadap tugas atau kinerja yang dilakukan oleh semuanya, bukan
komentar itu ditujukan terhadap diri pribadi mahasiswa. Hal ini akan membentuk
kebiasaan belajar yang baik.
(g).Menggunakan metode yang bervariasi, Untuk membangkitkan motivasi mahasiswa dalam proses belajar
mengajar, pengajar harus menciptakan suasana yang dapat membangkitkan dalam
belajar. Metode pembelajaran yang bersifat monoton tanpa adanya variasi akan
membuat jenuh dan bosan. Metode pembelajaran yang dipilih harus dapat
menciptakan situasi belajar mengajar yang menyenangkan. Metode yang dipilih
dalam pembelajaran, diupayakan agar mahasiswa mau berinteraksi selama proses
belajar mengajar berlangsung. Pengajar harus mengupayakan agar mahasiswa mau
ikut berpartisipasi aktif untuk memberi masukan, pertanyaan dan tanggapan
tentang materi yang akan dibahas. Disamping itu diupayakan rasa nyaman untuk
berada di dalam kelas. Untuk memberi motivasi bagi mahasiswa dalam belajar,
pengajar dapat menunjukkan bahwa mereka bisa sukses di kelas.
(h). Menggunakan media yang baik dan sesuai
dengan tujuan pembelajaran, Media dalam pembelajaran
dapat berupa papan tulis, OHP ataupun LCD. Media dalam proses belajar mengajar
bukan merupakan suatu tujuan dari belajar, akan tetapi media berperan sebagai
alat bantu proses pembelajaran dan memperjelas apa yang akan disampaikan oleh
pihak pengajar. Adanya media pembelajaran akan bermanfaat untuk memotivasi
mahasiswa dalam belajar.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Motivasi belajar adalah
keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan
belajar yang menjamin kelangsungan dan yang memberikan arah pada kegiatan
belajar,sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat
tercapai.
Secara umum motivasi itu terbagi dua, Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada
motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi
biologis atau jasmani manusia sehingga perilakunya berpengaruh oleh insting
atau kebutuhan jasmani. McDougall berpendapat bahwa tingkah laku terdiri dari
pemikiran tentang tujuan, perasaan subjektif, dan dorongan mencapai kepuasan.
Insting yang penting pada manusia adalah memelihara, mencari makan, melarikan
diri, berkelompok, mempertahankan diri, rasa ingin tahu, membangun, dan kawin
(Koeswara, 1989; Jalaludin Rachmat, 1991).
Motivasi
Sekunder adalah motivasi yang dipelajari. Sebagai ilustrasi, orang
yang lapar akan tertarik pada makanan tanpa belajar. Untuk memperoleh makanan
tersebut, orang harus bekerja terlebih dahulu. Agar dapat bekerja dengan baik,
orang harus belajar bekerja. “ bekerja dengan baik” merupakan
motivasi sekunder.
Motivasi memegang peranan yang
sangat penting dalam kegiatan belajar bagi mahasiswa, mempengaruhi intensitas
kegiatan belajar, tetapi motivasi dipengaruhi oleh tujuan yang akan dicapai
dengan belajar. Makin tinggi tujuan belajar maka akan semakin besar pula
motivasinya, dan semakin besar motivasi belajarnya akan semakin kuat pula
kegiatan belajarnya.
B. Saran
Berbagai alternatif yang
dipaparkan dalam kajian pustaka bisa menjadi acuan da pedoman bagi mahasiswa.
Yang perlu dipahami oleh mahasiswa bahwa sehebat apapun si motivator namun jika
tidak ada keingin dari yang dimotivasi maka motivasi tersebut tidak akan pernah
dapat terwujud. Karenanya Sebagai seorang mahasiswa yang berkutat di bidang
akademik, tumbuhkanlah motivasi itu dari dalam diri sendiri bukan karena
faktor-faktor luar. Karena dari dalam itulah kita sadar betapa pentingnya
keseriusan dan ketekunan belajar di perguruan tinggi sebagai modal dimasa
depan.
Daftar pustaka
·
epirnts.uny.ac.id
·
etheses.uin-malang.ac.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar