Mengenai Saya

Foto saya
nama fitri,usia 20,asal Alor

Senin, 25 Maret 2019

motivasi belajar



BAB  I  PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
            Usaha pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan banyak sekali metode-metode pembelajaran yang diterapkan pada lingkungan pendidikan terutama bagi pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi seorang peserta didik. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu dengan cara guru harus menguasai teknik-teknik pengajaran atau metode mengajar( Roestiyah NK,1991:1). Dalam menentukan metode yang nanti akan kita gunakan hendaknya harus sesuai juga dengan materi yang diajarkan karena hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar seorang peserta didik. Seperti yang diungkap oleh Sutama (2000) tentang peningkatan efektifitas belajar melalui gaya mengajar menyimpulkan bahwa dalam penyampaian materi pelajaran, seorang guru harus bisa menentukan metode apa yang tepat sesuai dengan materi yang akan disampaikan sehingga prestasi belajar siswa akan tercapai sesuai tujuan. Dengan demikian hal ini menjadi tantangan bagi seorang pendidik dalam mengembangan pemikiran yang positif bagi diri mereka. Banyak faktor yang seringkali dijadikan tolak ukur keberhasilan pendidikan. Salah satunya adalah dengan melihat keberhasilan proses perkuliahan dalam mencapai tujuannya. Faktor lain yang sangat berperan saat ini adalah motivasi mahasiswa dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk memulai sebuah proses belajar mengajar. Mahasiswa mempunyai dorongan atau penggerak untuk melakukan kegiatan belajar di perguruan tinggi untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkannya.

B.     Tujuan
·         Untuk mengetahui pengertian motivasi belajar
·         Untuk mengetahui apa saja jenis dan sifat dari motivasi belajar
·         Untuk mengetahui bagaimana strategi atau cara untuk mmenumbuhkan motivasi belajar
C.     Rumusan Masalah
·         Apa pengertian dari motivasi belajar?
·         Apa saja jenis dan sifat motivasi belajar?
·         Bagaimanakah cara untuk menumbuhkan motivasi belajar?




BAB II PEMBAHASAN
A.    Konsep Motivasi Belajar
Motif dalam bahasa Inggris adalah motive berasal dari kata “motion” yang berarti gerak atau sesuatu yang bergerak. Berawal dari kata motif itu motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif.
·         Menurut Hamzah B. Uno (2011: 23) “motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur-unsur yang mendukung. Indikator-indikator tersebut, antara lain: adanya hasrat dan keinginan berhasil, dorongan dan kebutuhan dalam belajar, harapan dan cita-cita masa depan, penghargaan dalam belajar, dan lingkungan belajar yang kondusif.”
·         Winkel (2005: 160), menyebutkan motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis didalam siswa yang menimbulkan kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan.
·         Sardiman A. M (2007: 75), menjelaskan motivasi belajar adalah seluruh daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar yang memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat dicapai.”
·         Clayton Alderfer dalam Hamdhun,2011 motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan segala kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah seluruh daya penggerak psikis yang ada dalam diri individu siswa yang dapat memberikan dorongan untuk belajar demi mencapai tujuan dari belajar tersebut.

B.     Jenis dan Sifat motivasi Belajar
1.      Jenis motivai belajar
Secara umum jenis motivasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
·         Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia sehingga perilakunya berpengaruh oleh insting atau kebutuhan jasmani. McDougall berpendapat bahwa tingkah laku terdiri dari pemikiran tentang tujuan, perasaan subjektif, dan dorongan mencapai kepuasan. Insting yang penting pada manusia adalah memelihara, mencari makan, melarikan diri, berkelompok, mempertahankan diri, rasa ingin tahu, membangun, dan kawin (Koeswara, 1989; Jalaludin Rachmat, 1991). 
·         Motivasi Sekunder adalah motivasi yang dipelajari.  Sebagai ilustrasi, orang yang lapar akan tertarik pada makanan tanpa belajar. Untuk memperoleh makanan tersebut, orang harus bekerja terlebih dahulu. Agar dapat bekerja dengan baik, orang harus  belajar bekerja. “ bekerja dengan baik” merupakan motivasi sekunder.


2.      Sifat motivasi
Sifat motivasi dibedakan menjadi dua:
·         Motivasi Internal adalah motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang. Misalnya: Vicky ingin menjadi juara kelas. Atas dasar tujuan tersebut, Vicky berusaha untuk menjadi yang terbaik diantara teman-temannya. Contohnya: mengumpulkan tugas tepat waktu, aktif dalam diskusi kelas.
·         Motivasi Eksternal adalah motivasi yang bersumber dari luar diri seseorang.
Misalnya: motivasi dari orangtua, motivasi dari guru, motivasi dari teman dan motivasi dari yang lain. Sebagai contoh, Orang tua memberikan arahan kepada  anaknya untuk memilih jurusan yang tepat sesuai dengan kemampuan atau bakat yang dimilikinya.





C.    Strategi Menumbuhkan Motivasi Belajar
Menurut Sutikno untuk membangkitkan motivasi belajar, dapat dilakukan dengan beberapa stretegi, antara lain :
(a). Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. Pengajar harus menetapkan tujuan yang wajar bagi setiap materi yang dibahas, yang memungkinkan mahasiswa untuk kemajuan di dalam kelas. Begitu pula dengan proses belajar mengajar, untuk pembahasan suatu materi terlebih dahulu mahasiswa diantarkan atau dijelaskan tentang tujuan dari pokok bahasan yang akan dicapai dan kaitan – kaitan antara materi yang dibahas dengan materi sebelumnya.
(b). Hadiah, Pemberian hadiah kepada mahasiswa merupakan salah satu strategi untuk membangkitkan motivasi kepada mahasiswa. Hadiah dalam hal ini tidak selalu berupa barang, akan tetapi dapat berupa suatu penghargaan nilai tambahan. Pemberian nilai semacam ini akan memacu semangat untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di dalam pemberian hadiah ini tidak baik, jika dilakukan terlalu sering.
(c). Saingan/kompetisi, Kompetisi dapat dilakukan saat proses belajar mengajar berlangsung, dengan jalan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengerjakan soal latihan ke depan kelas ataupun menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diajukan pihak pengajar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa tersebut.
 (d).Pujian, Mahasiswa yang mendapat pujian akan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk lebih giat dalam belajar. Pemberian pujian dapat membangun diri seseorang untuk mendapatkan suatu kepercayaan, kompetensi, dan harga diri. Apabila dalam belajar masih lemah, biarkan supaya tahu bahwa ia tetap percaya dapat memperbaiki dan berhasil dari waktu ke waktu.
 (e).Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar,untuk meningkatkan motivasi yang utama adalah menumbuhkan rasa percaya diri. Untuk membangkitakan seseorang untuk mau belajar adalah memberi kesempatan untuk berhasil di awal. Setelah merasa bahwa mereka dapat berhasil, dapat ditingkatkan secara bertahap ke tingkat yang lebih sulit.Tahapan ini dapat diberikan baik untuk latihan soal, pembahasan soal, soal ujian yang diberikan maupun tugas – tugas rumah.
(f).Membentuk kebiasaan belajar yang baik, Selama dalam proses belajar mengajar diperlukan pemberian umpan balik atau suatu komentar, pemberian komentar terhadap tugas atau kinerja yang dilakukan oleh semuanya, bukan komentar itu ditujukan terhadap diri pribadi mahasiswa. Hal ini akan membentuk kebiasaan belajar yang baik.
 (g).Menggunakan metode yang bervariasi, Untuk membangkitkan motivasi mahasiswa dalam proses belajar mengajar, pengajar harus menciptakan suasana yang dapat membangkitkan dalam belajar. Metode pembelajaran yang bersifat monoton tanpa adanya variasi akan membuat jenuh dan bosan. Metode pembelajaran yang dipilih harus dapat menciptakan situasi belajar mengajar yang menyenangkan. Metode yang dipilih dalam pembelajaran, diupayakan agar mahasiswa mau berinteraksi selama proses belajar mengajar berlangsung. Pengajar harus mengupayakan agar mahasiswa mau ikut berpartisipasi aktif untuk memberi masukan, pertanyaan dan tanggapan tentang materi yang akan dibahas. Disamping itu diupayakan rasa nyaman untuk berada di dalam kelas. Untuk memberi motivasi bagi mahasiswa dalam belajar, pengajar dapat menunjukkan bahwa mereka bisa sukses di kelas.
 (h). Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran, Media dalam pembelajaran dapat berupa papan tulis, OHP ataupun LCD. Media dalam proses belajar mengajar bukan merupakan suatu tujuan dari belajar, akan tetapi media berperan sebagai alat bantu proses pembelajaran dan memperjelas apa yang akan disampaikan oleh pihak pengajar. Adanya media pembelajaran akan bermanfaat untuk memotivasi mahasiswa dalam belajar.









BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan
               Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar,sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
                Secara umum motivasi itu terbagi dua, Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia sehingga perilakunya berpengaruh oleh insting atau kebutuhan jasmani. McDougall berpendapat bahwa tingkah laku terdiri dari pemikiran tentang tujuan, perasaan subjektif, dan dorongan mencapai kepuasan. Insting yang penting pada manusia adalah memelihara, mencari makan, melarikan diri, berkelompok, mempertahankan diri, rasa ingin tahu, membangun, dan kawin (Koeswara, 1989; Jalaludin Rachmat, 1991). 
        Motivasi Sekunder adalah motivasi yang dipelajari.  Sebagai ilustrasi, orang yang lapar akan tertarik pada makanan tanpa belajar. Untuk memperoleh makanan tersebut, orang harus bekerja terlebih dahulu. Agar dapat bekerja dengan baik, orang harus  belajar bekerja. “ bekerja dengan baik” merupakan motivasi sekunder.

              Motivasi memegang peranan yang sangat penting dalam kegiatan belajar bagi mahasiswa, mempengaruhi intensitas kegiatan belajar, tetapi motivasi dipengaruhi oleh tujuan yang akan dicapai dengan belajar. Makin tinggi tujuan belajar maka akan semakin besar pula motivasinya, dan semakin besar motivasi belajarnya akan semakin kuat pula kegiatan belajarnya.
B.     Saran
                Berbagai alternatif yang dipaparkan dalam kajian pustaka bisa menjadi acuan da pedoman bagi mahasiswa. Yang perlu dipahami oleh mahasiswa bahwa sehebat apapun si motivator namun jika tidak ada keingin dari yang dimotivasi maka motivasi tersebut tidak akan pernah dapat terwujud. Karenanya Sebagai seorang mahasiswa yang berkutat di bidang akademik, tumbuhkanlah motivasi itu dari dalam diri sendiri bukan karena faktor-faktor luar. Karena dari dalam itulah kita sadar betapa pentingnya keseriusan dan ketekunan belajar di perguruan tinggi sebagai modal dimasa depan.






                                     Daftar pustaka

·        epirnts.uny.ac.id
·        etheses.uin-malang.ac.id
·          ttps://eprints.uny.ac.id
·        https://media.neliti.com
                          


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Struktur atau lembaga politik

  B. 1.     Kelompok-kelompok kepentingan Kelompok kepentingan (interest group) seringkali di defenisikan sebagai, a group of persons w...