Mengenai Saya

Foto saya
nama fitri,usia 20,asal Alor

Sabtu, 21 November 2020

 
FILSAFAT PANCASILA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK
Oleh Fitriani Lalang
 
 

 
Pengertian Filsafat Pancasila
Secara Etimologi (asal kata),kata falsafah berasal dari bahasa Yunani Philosophia,philo/philos artinya cinta/pecinta/mencintai dan shopia artinya kebijaksanaan/hakikat kebenaran. Sehingga,filsafat artinya cinta akan kebijaksanaan/hakikat kebenaran.
Menurut Plato,filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang hakiki lewat dialektika. Aristoteles mengatalan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang didalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika,logika,retorika,etika,ekonomi,politik,dan estetika. Al-Farabi juga menyimpulkan bahwa filsafat ialah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya. (Noor, 2019 : 17)
Umumnya ada dua pengertian filsafat,yakni filsafat dalam artian proses dan juga dalam artian produk. Ada juga pengertian lain yakni filsafat sebagai ilmu dan juga sebagai pandangan hidup. Ada pula filsafat dalam artian teoritis dan praktis. Pancasila digolongkan sebagai filsafat dalam artian produk,sebagai pandangan hidup,dan dalam artian produk. Ini berarti filsafat pancasila memiliki fungsi dan peranan sebagai pedoman dan petunjuk bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Pratiwi,2019:33-34)
Filsafat Pancasila dapat diartikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai Dasar Negara dan kenyataan budaya bangsa. Pancasila dipandang sebagai falsafah bangsa Indonesia karena ia merupakan dasar negara kita. Menurut Roeslan Abdul Gani, pancasila merupakan filsafat negara yang lahir sebagai collectif idiologi dari seluruh bangsa Indonesia. Suatu dasar negara yang mengandung  landasan fundation of state yang mencakup rangkaian pemikiran lokal dan kenyataan bulat yang saling terkait secara logis (Sunato, 1985: 52).
Menurut Wibowo (1991:9), pengertian filsafat sebenarnya lebih tepat didefinisikan sebagi sebuah falsafah. Jadi, pada hakikatnya pancasila merupakan sistimatisasi dan perumusan dari pandangan hidup yang  ada di antara bangsa Indonesia sendiri. Dari asal usulnya, pancasila tidak berasal atau mengasalkan diri dari satu pemikiran filosofi tertentu. Ia adalah falsafah atau pandangan hidup hasil dari pemadatan pandangan hidup yang dinyatakan berasal dari bangsa Indonesia.
Pendidikan Karakter
            Dalam konteks Pendidikan,istilah Karakter pertama kali muncul pada abad ke-18. Kata karakter berasal dari bahasa Yunani “charassein” yang berarti mengukir. Yang kemudian dalam perkembangan selanjutnya pengertian karakter diartikan sebagai pola perilaku. Dalam Kamus Bahasa Indonesia (2008) kata karakter didefinisikan sebagai sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari orang lain. Dari pengertian ini maka dapat dikatakan bahwa pendidikan karakter merupakan suatu sistem pendidikan yang menekankan penanaman nilai-nilai luhur bangsa yang terdiri dari berbagai aspek kehidupan untuk membentuk kepribadian para peseta didik dalam berelasi dengan Tuhan dan sesama.
            Menurut Koesoema (2007) dalam (Sukiyat 2020:5),pendidikan karakter adalah “keseluruhan dinamika relasional antara pribadi dengan berbagai macam dimensi,baik dari dalam maupun dari luar dirinya,agar pribadi itu semakin dapat menghayati kebebasannya seningga ia dapat semakin bertanggung jawab atas pertumbuhan dirinya sendiri sebagai pribadi dan perkembangan orang lain dalam hidup mereka.”
Pendidikan karakter dapat dipahami dalam dua pengertian yakni dalam artian luas dan sempit. Dalam artian luas,pendidikan karakter ialah seluruh dinamika relasional sebagaimana dalam definisi Koesoema,yang mengandung artian bahwa semua hubungan yang terjalin dengan individu  mengandung unsur pendidikan karakter. Dengan kata lain pendidikan karakter dalam artian luas terjadi secara alamiah dan umumnya tidak disadari dalam kehidupan setiap individu dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Selanjutnya dalam artian sempit,pendidikan karakter diartikan sebagai suatu proses yang disengaja dan disadari.
Pendidikan karakter bukanlah suatu proses menghafal materi-materi ujian dan teknik-teknik menjawabnya,tetapi pendidikan karakter perlu pembiasaan untuk berbuat baik,berlaku jujur,malu berbuat curang. Karakter tidak tumbuh atau terbentuk secara instan,namun harus dilatih secara serius dan poporsional agar mencapai bentuk dan kekuatan yang ideal.
Doni Koesoema Albertus dalam bukunya Pendidikan Karakter:Strategi mendidik Anak di Zaman Global (2010),menulis bahwa pendidikan karakter tujuannya untuk membentuk setiap pribadi menjadi insan yang berkeutamaan,yang terutama dinilai adalah perilaku bukan pemahamannya.
Implementasi Filsafat Pancasila dalam Pendidikan Karakter
Bagi bangsa Indonesia, Pancasila sangat penting karena merupakan pandangan hidup bangsa yang telah diakui bersama sebagai dasar  falsafah negara Republik Indonesia. Pancasila diakui sebagai dasar falsafah negara dalam pengertian yang mengandung sifat etis dan filosofis mempunyai fungsi sebagai media yang mengatur tingkah laku pribadi seseorang dan cara-cara dalam mencari kebijaksanaan dan kebenaran. Agar nilai-nilai Filsafat Pancasila ini dapat mencapai tujuannya yakni sebagai pembentuk karakter peserta didik maka nilai-nilai luhur Pancasila yang telah dipelajari itu harus dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan karakter bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pihak tertentu tetapi harus melibatkan kerja sama dari berbagai pihak yakni keluarga, sekolah dan masyarakat. Maka revitalisasi pendidikan yang menekankan hubungan kemitraan dari pihak keluarga, sekolah dan masyarakat sangat dibutuhkan. Revitalisasi peran keluarga dalam pendidikan karakter dapat dilakukan dengan menerapkan konsep the power of family, yakni dengan memperkuat kembali peran keluarga sebagai benteng pertama dan utama dalam pendidikan karakter. Orang tua dan keluarga hendaknya memberikan teladan yang baik kepada anak-anak, misalnya dengan bersikap sopan, saling menghargai, rajin beribadah dan perbuatan lainnya yang bersifat mendidik anak untuk memiliki karakter yang.
Revitalisasi peran sekolah dalam pendidikan karakter antara lain dapat dilakukan dengan cara merumuskan dan mempraktekan nilai-nilai budaya sekolah, seperti budaya jujur, disiplin, tertib, kerjasama, tolong menolong, memelihara kebersihan dan sebagainya, yang dimulai dari kepala sekolah, guru, staf dan lainnya. Kepala sekolah dan guru tidak hanya memberikan pelajaran nilai-nilai karakter yang luhur itu kepada para peserta didik, tetapi hal yang paling utama yang harus dilakukan oleh seorang guru atau kepala sekolah adalah dengan memberikan contoh atau teladan hidup yang baik. Sedangkan revitalisasi peran masyarakat dalam mendukung program pendidikan karakter antara lain dapat dilakukan dengan cara mewujudkan lingkungan yang bersih, bebas dari peredaran narkoba, perjudian, prostitusi, atau tawuran.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR REFERENSI
Albertus,Doni Koesoema. 2010. PENDIDIKAN KARAKTER Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo.
Azmi,Awaluddin. 2018. PERAN FILSAFAT PANCASILA DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NASIONAL DAN PEMBENTUKAN KARAKTER KEBANGSAAN INDONESIA Tinjauan Teoritis dan Praktis tentang Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Makalah.
Noor,Fadlan A.M. 2019. SURAT DARI YUNANI (Sebuah Filsafat dari Era Yunani Kuno Hingga Modern). Bangkabelitung: Jariah Publishing Intermedia.
Pratiwi,Yuni Susanti. 2019. Pendidikan Pancasila (Membangun Karakter Bangsa). Yogyakarta: Deepublisher.
Rosidatun. 2018. Model Implementasi Pendidikan Karakter. Kulon Gresik: Caremedia Communication.
Sukiyat. 2020. Strategi Implementasi Pendidikan Karakter. Surabaya: CV Jakad Media Publishing.
Sunato.1985. Mengenal Filsafat Pancasila Pendekatan Melalui Metafisika, Logika, Etika.
Yogyakarta: Hanindika.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Struktur atau lembaga politik

  B. 1.     Kelompok-kelompok kepentingan Kelompok kepentingan (interest group) seringkali di defenisikan sebagai, a group of persons w...