MAKALAH BAHASA INDONESIA
TEKS GENRE MAKRO
http://www.bekompas.blogspot.com/
OLEH:FITRIANI
LALANG (1801070032)
UNIVESITAS NUSA CENDANA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
Rahmat dan HidayahNya kami dapat menyusun makalah Bahasa Indonesia.
Makalah ini disusun untuk mengetahui ciri-ciri teks makro(akademik dan
nonakademik) dan pentingnya teks makro(akademik).
Pada kesempatan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada
pihak-pihak yg telah membantu dan mendukung kami dalam pembuatan dan penyusunan
makalah ini.Teutama kepada dosen yg telah membimbing dan memberi arahan kepada
kami.
Kami selaku penyusun,menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih minim
dan masih jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu,kami senantiasa mengharapkan
masukan yg bersifat membangun demi kesempurnaan makalah kami di masa yg akan
datang.
Kupang, 2018
Tim Penyusun
DAFTAR
ISI
COVER.........................................................................................................1
KATA PENGANTAR..................................................................................2
DAFTAR
ISI........................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................4
1.1
LATAR
BELAKANG.................................................................................4
1.2
RUMUSAN
MASALAH............................................................................5
1.3
TUJUAN......................................................................................................5
BAB II
PEMBAHASAN.......................................................................................6
2.1 MENGEKSPLORASI TEKS AKADEMIK DALAM
GENRE MAKRO..6
BAB III
PENUTUP................................................................................................11
3.1
KESIMPULAN.....................................................................................11
3.2
SARAN..................................................................................................11
DAFTAR
PUSTAKA.............................................................................................12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Teks
akademik atau teks ilmiah dapat berwujud dalam berbagai jenis,misalnya
buku,ulasan buku,proposal penelitian,laporan penelitian,laporan praktikum,dan
artikel ilmiah.Jenis-jenis tersebut merupakan genre makro yg masing-masing
didalamnya terkandung campuran dari beberapa genremikro
seperti deskripsi,laporan,prosedur,eksplansi,eksposisi,dan
diskusi.
Genre
makro adalah genre yg digunakan untuk menamai sebuah jenis teks secara
keseluruhan,dan genre mikro adalah subgenre yg lebih kecil yg terdapat
didalamnya dan dipayungi oleh genre makro tersebut.Beragam genre mikro telah
kita pelajari di SMP,MTs,SMA,MA.Bab ini mengajak kita untuk mengekplorasi
bagaimana berbagai jenis teks akademik berproses di longkungan akademik dan
mengapa kita memerlukan tek-teks tersebut untuk mengekspresikan diri.Untk
mencapai hal itu,kita di harapkan menelusuri kaidah-kaidah dan ciri-ciri teks
akademik dalam genre makro untuk menguak kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia
sebagai bahasa ilmu pengetahuan,menanya alasan mengapa diperlukan teks akademik
dalam genre makro,menggali teks akademik dalam genre makro,menyajikan teks
akademik dalam teks genre makro,membuat rangkuman tentang hakikat dan pentingnya
teks akademik dalam genre makro,serta
membuat proyek belajar.
1.2 RUMUSAN MASALAH
ü Bagaimana
mengeksplorasi teks akademik dalam genre
makro
ü Bagaimana
mengidentifikasi teks-teks akademik dan nonakademik
ü Bagaimana
menganalisis pentingnya teks akademik
1.3
TUJUAN
ü Untuk
mengekplorasi teks akademik dalam genre makro
ü Untuk
mengidentifikas teks-teks akademik dan non akademik
ü Untuk
menganalisis pentingnya teks akademik
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 MENGEKSPLORASI TEKS
AKADEMIK DALAM GENRE MAKRO
A. Membangun Konteks Teks Akademik
Teks akademik atau teks ilmiah dapat berwujud dalam berbagai jenis, misalnya
buku, ulasan buku, proposal penelitian, laporan penelitian, laporan praktikum, dan artikel ilmiah. Jenis-jenis tersebut merupakan genre makro yang masing-masing didalamnya terkandung campuran dari beberapa genre mikro seperti deskripsi,laporan,prosedur,eksplanasi, eksposisi, dan diskusi. Genre makro adalah genre yang digunakan untuk menamai sebuah jenis teks secara keseluruhan, dan genre mikro adalah subgenre-subgenre yang lebih kecil yang terdapat di dalamnya dan dipayungi oleh genre makro tersebut
.
B. Menelusuri dan Menganalisis Model Teks Akademik
B. Menelusuri dan Menganalisis Model Teks Akademik
Teks akademik atau yang juga sering disebut teks ilmiah berbeda dengan teks
nonakademik atau teks nonilmiah. Teks akademik dan teks nonakademik ditandai oleh ciri-ciri tertentu. Untuk membedakan keduanya, Anda harus menelusuri ciri-ciri tersebut.
1. Mengidentifikasi Ciri-ciri Teks Akademik dan Teks Nonakademik
Ciri-ciri teks akademik antara lain adalah bahwa teks akademik itu “lugas”, “baku”,“bersifat taksonomik dan abstrak”, “banyak memanfaatkan metafora gramatika”, “banyak memanfaatkan proses relasional”, “banyak memanfaatkan pengacuan esfora”, serta“faktual dalam hal genre” (Wiratno, 2012). Pada teks akademik, pemilihan nomina(bukan verba) untuk menggambarkan proses bukanlah suatu kebetulan, melainkan suatu tuntutan. Nomina merupakan salah satu alat untuk mengabstraksi peristiwa sehari-hari menjadi teori. Perubahan dari verba menjadi nomina itu digunakan untuk memadatkan informasi dan menggeneralisasi peristiwa subjektif menjadi objektif.
2. Menganalisis Pentingnya Teks Akademik
Mengapa Anda memerlukan teks akademik dalam berbagai genre makro? Jawabnya terkait dengan kegiatan Anda sebagai insan akademik. Pada saat Anda merancang penelitian atau kegiatan, Anda memerlukan teks yang disebut proposal penelitian atau proposal kegiatan. Setelah melakukan penelitian atau kegiatan, Anda perlu melaporkannya kepada pihak lain dalam teks yang disebut laporan penelitian atau laporan kegiatan. Demikian pula, pada saat Anda menyampaikan pemikiran di forum seminar atau mengomunikasikannya di jurnal, Anda perlu memformulasikannya dalam teks yang disebut artikel ilmiah.
C. Membangun Teks Akademik secara Bersama-sama
1. Menggali dam Mengevaluasi Lebih Jauh Ciri-ciri Teks
Berikut adalah ciri-ciri yg membedakan teks akademik dari teks non akademik:
. 1.1Teks Akademik Bersifat Sederhana dalam Struktur Kalimat
Kesederhanaan teks akademik terlihat dari struktur kalimat yang sederhana melalui penggunaan kalimat simpleks. Perbedaan antara kalimat simpleks dan kalimat kompleks tidak diukur dari panjang pendeknya, tetapi dari jumlah aksi atau peristiwa yang dikandung. Kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya mengandung satu aksi atau peristiwa, sedangkan kalimat kompleks adalah kalimat yang mengandung lebih dari satu aksi atau peristiwa dan dapat dinyatakan dengan hubungan parataktik atau hipotaktik.
1.2 Teks Akademik Padat Informasi
Kepadatan informasi pada teks akademik dapat dijelaskan dari dua sisi. Pertama, informasi dipadatkan melalui kalimat simpleks. Kedua, informasi dipadatkan melalui nominalisasi.
1.3 Teks Akademik Padat Kata Leksikal.
Teks akademik lebih banyak mengandung
kata leksikal atau kata isi (nomina, verba-predikator, adjektiva,
dan adverbia tertentu)
daripada kata struktural (konjungsi, kata sandang, preposisi,
dan sebagainya).
1.4 Teks Akademik Banyak Memanfaatkan
Nominalisai
Ditemukan bahwa dalam realisasi leksis pada teks-teks akademik yang dicontohkan nominalisasi digunakan untuk memadatkan informasi. Sebagai upaya pembendaan,nominalisasi ditempuh dengan mengubah leksis nonbenda (antara lain verba, adjektiva,adverbia, konjungsi) menjadi leksis benda (nomina). Nominalisasi pada teks akademik ditujukan untuk mengungkapkan pengetahuan dengan lebih ringkas dan padat. Oleh karena itu, nominalisasi menjadi ciri yang sangat penting pada teks akademik
1.5 Teks Akademik Banyak Memanfaatkan Gramatika melalui Ungkapan Inkongruen
Metafora gramatika adalah pergeseran dari satu jenis leksis ke jenis leksis lain atau dari tataran gramatika yang lebih rendah. Metafora gramatika terjadi pada ungkapan yang inkongruen, sebagai kebalikan dari ungkapan yang kongruen.Realisasi secara kongruen adalah realisasi yang sewajar-wajarnya sesuai dengan realitas. Teks akademik banyak memanfaatkan metafora gramatika dalam ungkapan yang inkongruen .Jelas bahwa dari segi metafora gramatika teks-teks akademik menunjukkan ciri keilmiahan baik secara ideasional maupun tekstual. Secara ideasional, melalui metafora gramatika isi materi yang disampaikan menjadi lebih padat, dan secara tekstual, cara penyampaian materi yang melibatkan pergeseran tataran tersebut juga berdampak pada perbedaan tata organisasi di tingkat kelompok kata atau kalimat.
1.6 Teks Akademik Banyak Memanfaatkan Istilah Teknis
Pada prinsipnya istilah
teknis merupakan penamaan kepada sesuatu dengan menggunakan nomina yang
antara lain dibangun melalui proses nominalisasi. Istilah teknis merupakan
bagian yang esensial pada teks akademik, karena istilah teknis digunakan sesuai
dengan tuntutan bidang ilmu, tataran keilmuan, dan latar (setting) pokok persoalan yang disajikan di
dalamnya.
1.7 Teks Akademik Bersifat Taksonomik
dan Abstrak
Pada dasarnya taksonomi
adalah pemetaan pokok persoalan melalui klasifikasi terhadap sesuatu..Oleh
Wignell, Martin, dan Eggins, masalah taksonomi pada teks akademik dibahas dalam
konteks bahwa perpindahan dari pemaparan peristiwa duniawi dengan bahasa
sehari-hari menuju penyusunan ilmiah yang sistematis dengan bahasa yang lebih
teknis adalah perpindahan dari deskripsi menuju klasifikasi. Teks akademik
dikatakan abstrak karena pokok persoalan yang dibicarakan di dalamnya seringkali
merupakan hasil dari pemformulasian pengalaman nyata menjadi teori.
Pemformulasian yang demikian itu sesungguhnya merupakan proses abstraksi yang
antara lain dicapai dengan nominalisasi dalam kerangka metafora gramatika.
Proses abstraksi tersebut digunakan untuk memahami dan menginterpretasikan
realitas.
1.8 Teks Akademik Banyak memanfaatkan Sistem Pengacuan Esfora
Pengacuan esfora dimanfaatkan pada teks akademik untuk menunjukkan
prinsip generalitas, bahwa benda yang disebut didalam kelompok nomina tersebut bukan benda yang mengacu kepada penyebutan sebelumnya
1.9 Teks Akademik Banyak Memanfaatkan
Proses Relasional Identifikatif dan Proses Relasional Atributif
Proses relasional identifikatif merupakan alat
yang baik untuk membuat definisi atau identifikasi terhadap sesuatu, sedangkan
proses relasional atributif merupakan alat yang baik untuk membuat deskripsi
dengan menampilkan sifat, ciri, atau keadaan benda yang dideskripsikan
tersebut.
1.10 Teks Akademik Bersifat Monologis
dengan Banyak Mendayagunakan Kalimat Indikatif-Deklaratif
Sifat monologis pada teks akademik mengandung
arti bahwa teks tersebut memberikan informasi kepada pembaca dalam satu arah.
Untuk memenuhi sifat monologis tersebut teks akademik mendayagunakan kalimat
Indikatif-Deklaratif yang berfungsi sebagai Proposisi-Memberi.Pada teks
akademik penulis tidak meminta kepada pembaca untuk melakukan sesuatu (jasa),
dan juga tidak meminta informasi, tetapi memberi informasi. Sebagai penyedia
informasi, penulis teks akademik tidak menunjukkan posisi yang lebih tinggi
daripada pembaca. Hal ini berkebalikan dengan kalimat imperatif yang berfungsi
sebagai Proposal-Meminta yang mencerminkan posisi penulis yang lebih tinggi
daripada pembaca. Meskipun kalimat Indikatif-Interogatif masih ditemukan pada
teks akademik dalam jumlah yang lain relatif kecil, jenis kalimat tersebut
mengemban fungsi sebagai Proposisi-Meminta. Namun
demikian, perlu digarisbawahi bahwa pertanyaan tersebut tidak selalu ditujukan
kepada pembaca, meskipun potensi ke arah hal itu besar, tetapi diajukan sebagai
pembatas atau alat untuk mengambil porsi dalam mengajukan pendapat terhadap
pokok masalah yang dibicarakan di dalam teks tersebut
1.11 Teks Akademik Memanfaatkan Bentuk Pasif untuk Menekankan
Pokok Persoalan, bukan Pelaku; dan Akibatnya, Teks Akademik Menjadi Objekatif,bukan Subjektif
Penggunaan bentuk pasif pada teks akademik dimaksudkan untuk
menghilangkan pelaku manusia, sehingga unsur kalimat yang berperan sebagai subjek
dijadikan pokok persoalan yang dibicarakan di dalam teks tersebut,karena
teks akademik tidak membahas para pelaku atau ilmuwan, tetapi membahas pokok
persoalan tertentu yang disajikan di dalamnya. Pokok persoalan tersebut
ditempatkan sebagai tema pada kalimat-kalimat yang ada; dan penggunaan bentuk
pasif dimaksudkan sebagai strategi pemetaan tema tersebut.Dengan menghilangkan
pelaku dan lebih mementingkan peristiwa yang terjadi, teks akademik menunjukkan
sifat objektif. Pada konteks ini, bentuk pasif merupakan sarana untuk
menyajikan aksi, kualitas, dan peristiwa dengan menganggap bahwa aksi,
kualitas, dan peristiwa tersebut sebagai objek.
1.12 Teks Akademik tidak Mengandung Kalimat Minor
Kalimat minor adalah kalimat yang tidak lengkap.Akibatnya, kalimat
tersebut dapat dianalisis dari sudut pandang leksikogramatika, serta tidak
dapat pula dianalisis menurut jenis dan fungsinya. Secara ideasional, karena
transitivitas pada kalimat minor tidak dapat dikenali, makna yang bersifat
eksperiensial yang melibatkan partisipan, proses, dan sirkumstansi pada kalimat
tersebut tidak dapat diungkapkan. Selain itu, karena hubungan interdependensi
pada kalimat minor tidak dapat diidentifikasi, makna logikosemantik pada
kalimat tersebut juga tidak dapat diungkapkan.
1.13 Teks Akademik tidak Mengandung Kalimat
Takgramatikal
Kalimat takgramatikal
adalah kalimat yang secara gramatikal mengandung kekurangan atau kelebihan
unsur-unsur tertentu. Teks akademik yang mengandung kalimat takgramatikal, baik yang
berkekurangan maupun yang berkelebihan unsur tertentu, adalah teks yang menunjukkan
ciri bahasa takbaku. Secara tekstual, ketakgramatikalan pada teks akademik menunjukkan
ciri ketidakilmiahan atau ciri lisan. Selain sulit ditabulasikan ke dalam
stuktur kalimat, ketakgramatikalan juga mengganggu pemahaman pembaca, yang pada
akhirnya juga mengurangi tingkat keterbacaan teks tersebut.
1.14 Teks Akademik Tergolong ke dalam Genre Faktual bukan Genre Fiksional
Teks akademik tergolong ke dalam genre faktual, bukan genre
fiksional. Teks-teks tersebut dikatakan faktual, karena teks-teks tersebut ditulis
berdasarkan pada kenyataan empiris, bukan pada rekaan atau khayalan
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Teks akademik tidak mengandung kalimat minor,tidak mengandung kalimat takgramatikal,dan
teks akademik biasanya mengambil genre faktual,seperti deskripsi,prosedur,eksplanasi,eksposisi,dan
diskusi,bukan genre fiksional.
3.2 Saran
Dalam teks akademik haruslah lebih memperhatikan struktur kalimat yang
sesuai dengan fakta,karena teks akademik biasanya bersifat ilmiah.Sebagai
mahasiswa kita harus memahami teks akademik karena tanpa disadari teks akademik
selalu kita gunakan
DAFTAR PUSTAKA
·
Spada.ristekdikti.go.id
http://www.bekompas.blogspot.com/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar