Mengenai Saya

Foto saya
nama fitri,usia 20,asal Alor

Jumat, 08 Maret 2019

genre makro


       MAKALAH BAHASA INDONESIA
TEKS GENRE MAKRO

http://www.bekompas.blogspot.com/

OLEH:FITRIANI  LALANG   (1801070032)





                                           UNIVESITAS NUSA CENDANA
                             FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
                  JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

                                      KATA PENGANTAR

     Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat dan HidayahNya kami dapat menyusun makalah Bahasa Indonesia.
   Makalah ini disusun untuk mengetahui ciri-ciri teks makro(akademik dan nonakademik) dan pentingnya teks makro(akademik).
      Pada kesempatan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yg telah membantu dan mendukung kami dalam pembuatan dan penyusunan makalah ini.Teutama kepada dosen yg telah membimbing dan memberi arahan kepada kami.

      Kami selaku penyusun,menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih minim dan masih jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu,kami senantiasa mengharapkan masukan yg bersifat membangun demi kesempurnaan makalah kami di masa yg akan datang.








                                                                                                       Kupang,                   2018




                                                                                                                      Tim Penyusun



                                      DAFTAR ISI

        COVER.........................................................................................................1  
        KATA PENGANTAR..................................................................................2
DAFTAR ISI........................................................................................................3   
BAB I    PENDAHULUAN..................................................................................4
1.1    LATAR BELAKANG.................................................................................4
1.2    RUMUSAN MASALAH............................................................................5
1.3    TUJUAN......................................................................................................5            
BAB II  PEMBAHASAN.......................................................................................6
      2.1 MENGEKSPLORASI TEKS AKADEMIK DALAM GENRE MAKRO..6         
BAB III  PENUTUP................................................................................................11
           3.1  KESIMPULAN.....................................................................................11
           3.2  SARAN..................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................12












                                          BAB I  PENDAHULUAN
                                                                       

1.1 LATAR BELAKANG
                                                                                                                       
Teks akademik atau teks ilmiah dapat berwujud dalam berbagai jenis,misalnya buku,ulasan buku,proposal penelitian,laporan penelitian,laporan praktikum,dan artikel ilmiah.Jenis-jenis tersebut merupakan genre makro yg masing-masing didalamnya terkandung campuran dari beberapa genremikro seperti deskripsi,laporan,prosedur,eksplansi,eksposisi,dan diskusi.
Genre makro adalah genre yg digunakan untuk menamai sebuah jenis teks secara keseluruhan,dan genre mikro adalah subgenre yg lebih kecil yg terdapat didalamnya dan dipayungi oleh genre makro tersebut.Beragam genre mikro telah kita pelajari di SMP,MTs,SMA,MA.Bab ini mengajak kita untuk mengekplorasi bagaimana berbagai jenis teks akademik berproses di longkungan akademik dan mengapa kita memerlukan tek-teks tersebut untuk mengekspresikan diri.Untk mencapai hal itu,kita di harapkan menelusuri kaidah-kaidah dan ciri-ciri teks akademik dalam genre makro untuk menguak kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan,menanya alasan mengapa diperlukan teks akademik dalam genre makro,menggali teks akademik dalam genre makro,menyajikan teks akademik dalam teks genre makro,membuat rangkuman tentang hakikat dan pentingnya teks akademik  dalam genre makro,serta membuat proyek belajar.











1.2 RUMUSAN MASALAH

ü  Bagaimana mengeksplorasi teks akademik  dalam genre makro
ü  Bagaimana mengidentifikasi teks-teks akademik dan nonakademik
ü  Bagaimana menganalisis pentingnya teks akademik



1.3 TUJUAN

ü  Untuk mengekplorasi teks akademik dalam genre makro
ü  Untuk mengidentifikas teks-teks akademik dan non akademik
ü  Untuk menganalisis pentingnya teks akademik












                                               




                                                            BAB II
                                                       PEMBAHASAN
 2.1 MENGEKSPLORASI TEKS AKADEMIK   DALAM GENRE MAKRO

A. Membangun Konteks Teks Akademik

Teks akademik atau teks ilmiah dapat berwujud dalam berbagai jenis, misalnya
buku, ulasan buku, proposal penelitian, laporan penelitian, laporan praktikum, dan
artikel ilmiah. Jenis-jenis tersebut merupakan genre makro yang masing-masing didalamnya terkandung campuran dari beberapa genre mikro seperti deskripsi,laporan,prosedur,eksplanasi, eksposisi, dan diskusi. Genre makro adalah genre yang digunakan untuk menamai sebuah jenis teks secara keseluruhan, dan genre mikro adalah subgenre-subgenre yang lebih kecil yang terdapat di dalamnya dan dipayungi oleh genre makro tersebut
.
B. Menelusuri dan Menganalisis Model Teks Akademik

Teks akademik atau yang juga sering disebut teks ilmiah berbeda dengan teks
nonakademik atau teks nonilmiah. Teks akademik dan teks nonakademik ditandai oleh
ciri-ciri tertentu. Untuk membedakan keduanya, Anda harus menelusuri ciri-ciri tersebut.

1. Mengidentifikasi Ciri
-­ciri Teks Akademik dan Teks Nonakademik
Ciri-ciri teks akademik antara lain adalah bahwa teks akademik itu “lugas”, “baku”,“bersifat taksonomik dan abstrak”, “banyak memanfaatkan metafora gramatika”, “banyak
memanfaatkan proses relasional”, “banyak memanfaatkan pengacuan esfora”, serta“faktual dalam hal genre” (Wiratno, 2012). Pada teks akademik, pemilihan nomina(bukan verba) untuk menggambarkan proses bukanlah suatu kebetulan, melainkan suatu tuntutan. Nomina merupakan salah satu alat untuk mengabstraksi peristiwa sehari-hari menjadi teori. Perubahan dari verba menjadi nomina itu digunakan untuk memadatkan informasi dan menggeneralisasi peristiwa subjektif menjadi objektif.

2.
Menganalisis Pentingnya Teks Akademik

                Mengapa Anda memerlukan teks akademik dalam berbagai genre makro? Jawabnya terkait dengan kegiatan Anda sebagai insan akademik. Pada saat Anda merancang penelitian atau kegiatan, Anda memerlukan teks yang disebut proposal penelitian atau proposal kegiatan. Setelah melakukan penelitian atau kegiatan, Anda perlu melaporkannya kepada pihak lain dalam teks yang disebut laporan penelitian atau laporan kegiatan. Demikian pula, pada saat Anda menyampaikan pemikiran di forum seminar atau mengomunikasikannya di jurnal, Anda perlu memformulasikannya dalam teks yang disebut artikel ilmiah.

C. Membangun Teks Akademik secara Bersama-sama

1. Menggali dam Mengevaluasi Lebih Jauh Ciri-ciri Teks
  Berikut  adalah ciri-ciri yg membedakan  teks akademik dari teks non akademik:

. 1.1Teks
Akademik Bersifat Sederhana dalam Struktur Kalimat

Kesederhanaan teks akademik terlihat dari struktur kalimat yang sederhana melalui penggunaan kalimat simpleks. Perbedaan antara kalimat simpleks dan kalimat kompleks tidak diukur dari panjang pendeknya, tetapi dari jumlah aksi atau peristiwa yang dikandung. Kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya mengandung satu aksi atau peristiwa, sedangkan kalimat kompleks adalah kalimat yang mengandung lebih dari satu aksi atau peristiwa dan dapat dinyatakan dengan hubungan parataktik atau hipotaktik.

1.2 Teks Akademik Padat Informasi

Kepadatan informasi pada teks akademik dapat dijelaskan dari dua sisi. Pertama, informasi dipadatkan melalui kalimat simpleks. Kedua, informasi dipadatkan melalui nominalisasi.

 1.3 Teks Akademik Padat Kata Leksikal. 
        Teks akademik lebih banyak mengandung kata leksikal atau kata isi (nomina, verba-predikator, adjektiva, dan adverbia tertentu) daripada kata struktural (konjungsi, kata sandang, preposisi, dan sebagainya).   
            



1.4 Teks Akademik Banyak Memanfaatkan Nominalisai

Ditemukan bahwa dalam realisasi leksis pada teks-teks akademik yang dicontohkan nominalisasi digunakan untuk memadatkan informasi. Sebagai upaya pembendaan,nominalisasi ditempuh dengan mengubah leksis nonbenda (antara lain verba, adjektiva,adverbia, konjungsi) menjadi leksis benda (nomina). Nominalisasi pada teks akademik ditujukan untuk mengungkapkan pengetahuan dengan lebih ringkas dan padat. Oleh karena itu, nominalisasi menjadi ciri yang sangat penting pada teks akademik

1.5 Teks Akademik Banyak Memanfaatkan Gramatika melalui Ungkapan Inkongruen
Metafora gramatika adalah pergeseran dari satu jenis leksis ke jenis leksis lain
atau dari tataran gramatika yang lebih rendah. Metafora gramatika terjadi pada ungkapan yang inkongruen, sebagai kebalikan dari ungkapan yang kongruen.Realisasi secara kongruen adalah realisasi yang sewajar-wajarnya sesuai dengan realitas. Teks akademik banyak memanfaatkan metafora gramatika dalam ungkapan yang inkongruen .Jelas bahwa dari segi metafora gramatika teks-teks akademik menunjukkan ciri keilmiahan baik secara ideasional maupun tekstual. Secara ideasional, melalui metafora gramatika isi materi yang disampaikan menjadi lebih padat, dan secara tekstual, cara penyampaian materi yang melibatkan pergeseran tataran tersebut juga berdampak pada perbedaan tata organisasi di tingkat kelompok kata atau kalimat.


1.6 Teks Akademik Banyak Memanfaatkan Istilah Teknis
 Pada prinsipnya istilah teknis merupakan penamaan kepada sesuatu dengan menggunakan nomina yang antara lain dibangun melalui proses nominalisasi. Istilah teknis merupakan bagian yang esensial pada teks akademik, karena istilah teknis digunakan sesuai dengan tuntutan bidang ilmu, tataran keilmuan,  dan latar (setting) pokok persoalan yang disajikan di dalamnya.
1.7 Teks Akademik Bersifat Taksonomik dan Abstrak
 Pada dasarnya taksonomi adalah pemetaan pokok persoalan melalui klasifikasi terhadap sesuatu..Oleh Wignell, Martin, dan Eggins, masalah taksonomi pada teks akademik dibahas dalam konteks bahwa perpindahan dari pemaparan peristiwa duniawi dengan bahasa sehari-hari menuju penyusunan ilmiah yang sistematis dengan bahasa yang lebih teknis adalah perpindahan dari deskripsi menuju klasifikasi. Teks akademik dikatakan abstrak karena pokok persoalan yang dibicarakan di dalamnya seringkali merupakan hasil dari pemformulasian pengalaman nyata menjadi teori. Pemformulasian yang demikian itu sesungguhnya merupakan proses abstraksi yang antara lain dicapai dengan nominalisasi dalam kerangka metafora gramatika. Proses abstraksi tersebut digunakan untuk memahami dan menginterpretasikan realitas.

1.8 Teks Akademik Banyak memanfaatkan Sistem Pengacuan Esfora
Pengacuan esfora dimanfaatkan pada teks akademik untuk menunjukkan prinsip generalitas, bahwa benda yang disebut                                    didalam kelompok nomina tersebut bukan benda yang mengacu kepada penyebutan sebelumnya

1.9 Teks Akademik Banyak Memanfaatkan Proses Relasional Identifikatif                                                               dan  Proses Relasional Atributif

  Proses relasional identifikatif merupakan alat yang baik untuk membuat definisi atau identifikasi terhadap sesuatu, sedangkan proses relasional atributif merupakan alat yang baik untuk membuat deskripsi dengan menampilkan sifat, ciri, atau keadaan benda yang dideskripsikan tersebut.
1.10 Teks Akademik Bersifat Monologis dengan Banyak Mendayagunakan Kalimat Indikatif-Deklaratif
 Sifat monologis pada teks akademik mengandung arti bahwa teks tersebut memberikan informasi kepada pembaca dalam satu arah. Untuk memenuhi sifat monologis tersebut teks akademik mendayagunakan kalimat Indikatif-Deklaratif yang berfungsi sebagai Proposisi-Memberi.Pada teks akademik penulis tidak meminta kepada pembaca untuk melakukan sesuatu (jasa), dan juga tidak meminta informasi, tetapi memberi informasi. Sebagai penyedia informasi, penulis teks akademik tidak menunjukkan posisi yang lebih tinggi daripada pembaca. Hal ini berkebalikan dengan kalimat imperatif yang berfungsi sebagai Proposal-Meminta yang mencerminkan posisi penulis yang lebih tinggi daripada pembaca. Meskipun kalimat Indikatif-Interogatif masih ditemukan pada teks akademik dalam jumlah yang lain relatif kecil, jenis kalimat tersebut mengemban fungsi sebagai Proposisi-Meminta. Namun demikian, perlu digarisbawahi bahwa pertanyaan tersebut tidak selalu ditujukan kepada pembaca, meskipun potensi ke arah hal itu besar, tetapi diajukan sebagai pembatas atau alat untuk mengambil porsi dalam mengajukan pendapat terhadap pokok masalah yang dibicarakan di dalam teks tersebut
1.11 Teks Akademik Memanfaatkan Bentuk Pasif untuk Menekankan Pokok Persoalan, bukan Pelaku; dan Akibatnya, Teks Akademik Menjadi Objekatif,bukan Subjektif
Penggunaan bentuk pasif pada teks akademik dimaksudkan untuk menghilangkan pelaku manusia, sehingga unsur kalimat yang berperan sebagai subjek dijadikan pokok persoalan yang dibicarakan di dalam teks tersebut,karena teks akademik tidak membahas para pelaku atau ilmuwan, tetapi membahas pokok persoalan tertentu yang disajikan di dalamnya. Pokok persoalan tersebut ditempatkan sebagai tema pada kalimat-kalimat yang ada; dan penggunaan bentuk pasif dimaksudkan sebagai strategi pemetaan tema tersebut.Dengan menghilangkan pelaku dan lebih mementingkan peristiwa yang terjadi, teks akademik menunjukkan sifat objektif. Pada konteks ini, bentuk pasif merupakan sarana untuk menyajikan aksi, kualitas, dan peristiwa dengan menganggap bahwa aksi, kualitas, dan peristiwa tersebut sebagai objek.
 
1.12 Teks Akademik tidak Mengandung Kalimat Minor
Kalimat minor adalah kalimat yang tidak lengkap.Akibatnya, kalimat tersebut dapat dianalisis dari sudut pandang leksikogramatika, serta tidak dapat pula dianalisis menurut jenis dan fungsinya. Secara ideasional, karena transitivitas pada kalimat minor tidak dapat dikenali, makna yang bersifat eksperiensial yang melibatkan partisipan, proses, dan sirkumstansi pada kalimat tersebut tidak dapat diungkapkan. Selain itu, karena hubungan interdependensi pada kalimat minor tidak dapat diidentifikasi, makna logikosemantik pada kalimat tersebut juga tidak dapat diungkapkan.
 1.13 Teks Akademik tidak Mengandung Kalimat Takgramatikal
 Kalimat takgramatikal adalah kalimat yang secara gramatikal mengandung kekurangan atau kelebihan unsur-unsur tertentu. Teks akademik yang mengandung kalimat takgramatikal, baik yang berkekurangan maupun yang berkelebihan unsur tertentu, adalah teks yang menunjukkan ciri bahasa takbaku. Secara tekstual, ketakgramatikalan pada teks akademik menunjukkan ciri ketidakilmiahan atau ciri lisan. Selain sulit ditabulasikan ke dalam stuktur kalimat, ketakgramatikalan juga mengganggu pemahaman pembaca, yang pada akhirnya juga mengurangi tingkat keterbacaan teks tersebut.

1.14 Teks Akademik Tergolong ke dalam Genre Faktual bukan Genre Fiksional
Teks akademik tergolong ke dalam genre faktual, bukan genre fiksional. Teks-teks tersebut dikatakan faktual, karena teks-teks tersebut ditulis berdasarkan pada kenyataan empiris, bukan pada rekaan atau khayalan                                                                                                                        
                                                                  














                                                                     BAB III
                                           PENUTUP



3.1  Kesimpulan

Teks akademik tidak mengandung kalimat minor,tidak mengandung kalimat takgramatikal,dan teks akademik biasanya mengambil genre faktual,seperti deskripsi,prosedur,eksplanasi,eksposisi,dan diskusi,bukan genre fiksional.





3.2     Saran

Dalam teks akademik haruslah lebih memperhatikan struktur kalimat yang sesuai dengan fakta,karena teks akademik biasanya bersifat ilmiah.Sebagai mahasiswa kita harus memahami teks akademik karena tanpa disadari teks akademik selalu kita gunakan









            DAFTAR PUSTAKA


·         https://caridokumen.com
·         Spada.ristekdikti.go.id


http://www.bekompas.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Struktur atau lembaga politik

  B. 1.     Kelompok-kelompok kepentingan Kelompok kepentingan (interest group) seringkali di defenisikan sebagai, a group of persons w...