OLEH
MANASYER S.O. ALLE(1801070039)
MARIA DEVITA LETO
(1801070029)
FITRIANI
LALANG (1801070032)
OLIVA M.
KAFOLAPADA(1801070030)
KARMELIANA
LALU (18010700
UNIVESITAS NUSA CENDANA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT Rabb semesta alam atas limpahan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah ini dengan judul “ Pendidikan dan Perubahan
Sosial” tepat pada waktunya.
Sholawat
serta salam semoga tercurahkan kepada Rosul Allah Muhammad SAW yang telah
membawa kita dari kegelapan kepada cahaya Rabbi, semoga tercurahkan juga kepada
keluarga Beliau, sahabat dan somoga safa’at dapat kita terima di akhirat kelak.
Amin.
Penulis
ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Abdul Madjid dan teman-teman satu
team yang telah mendukung penyelesaian
makalah sebagai tugas kuliah. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyajian ini
jauh dari tingkat kesempurnaan, maka dari itu kritik dan saran sangat kami
harapkan demi perbaikan makalah ini.
Mudah-mudahan
bantuan dan dukungan yang diberikan Bapak atau semua pihak dapat menjadi amal jariyah yang bermanfaat.
Dengan
segala keterbatasan dan kelemahan yang ada pada penulis semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.
Kupang, 2018
Tim penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 latar belakang
Pendidikan
adalah usaha sadar yang ditunjukan kepada peserta didik agar menjadi manusia
yang berkepribadian yang kuat dan utuh serta bermoral tinggi. Secara spesifik,
dengan pendidikan peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan
dirinya, masyrakat, bangsa dan negara. Sehingga dapat tercipta Sumber Daya
Manusia yang berkualitas. Pendidikan sangat mempengaruhi proses perubahan
sosial suatu individu dalam bermasyarakat dan akhirnya pendidikan akan dapat
membangun bangsa dan negara di era globalisasi ini.
Berdasarkan
faktanya, orang yang sekolah akan
mendapat status sosial tinggi di
masyarakat dari pada orang yang tidak
sekolah atau berpendidikan tinggi. Hal semacam itu harus kita jauhkan dari
pemikiran kita karena sebenarnya pandangan
terhadap kebuyaan seperti itu sudah tidak baru lagi
yaitu sudah ada sejak Sarekat Islam(SI) dalam pimpinan Tan Malaka, salah
seorang legenda pergerakan nasional. Jadi akan sangat berlebihan jika
menganggap ide seperti itu sebagai suatu terobosan sebab tidak akan ada botol
baru untuk kecap yang sama.
Di
era globalsasi ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sedemikian pesat. Ekonomi mengalami pasang surut berganti-ganti sulit
diprediksi. Kontelasi kekuasaan politik juga berubah-ubah. Kita sudah tidak
lagi hidup dengan anggapan lama yaitu tentang dunia yang teratur dan harmonis,
melainkan hidup dalam tidak keteraturan dan kecenderungan chaos. Jadi hal semacam hanya dapat diatasi oleh orang-orang
pikirannya terbukadan orang yang selalu belajar untuk hal-hal baru. Bukanlah
orang-orang yang siap pakai yang dapat memanfaatkan dan berhasil untuk
mengarahkan perubahan. Seperti di televisi pernah ditayangkan setelah lulus SMP
dianjurkan untuk melanjutkan ke sekolah kejuruan.
1.2 Rumusan masalah
ü Apa pengertian pendidikan
ü Apa pengertian perubahan sosial
ü Bagaimana hubungan pendidikan
dan perubahan sosial
ü Apa saja gelombang kekuatan
yang mengubah masyarakat manusia
ü Pendidikan sebagai Dasar Pengembangan Masyarakat Baru
1.3 Tujuan
ü Untuk mengetahui pengertian pendidikan
ü Untuk mengetahui pengertian perubahan sosial
ü Untuk mengetahui hubungan pendidikan dan perubahan
sosial
ü Untuk mengetahui gelombang kekuatan yang mengubah
masyarakat manusia
ü Untuk mengetahui Pendidikan sebagai Dasar Pengembangan Masyarakat Baru
BAB II
PEMBAHASA
A.Makna
Pendidikan.
Pendidikan
adalah serangkaian kegiatan komunikasi antara manusia dewasa dengan si anak didik secara tatap muka atau
dengan menggunakan media dalam rangka memberikan bantuan terhadap perkembangan
anak seutuhnya.
Pendidikan sering disebut ilmu normatif.
Ilmu normatif adalah ilmu yang mendiskripsikan, menjelaskan
dan memberitahukan kepada orang lain untuk mencapai sesuatu yang ideal.
Pendidikan mempunyai beberapa unsur dasar aktivitas pendidikan yaitu:
1.Yang mendidik dan
menerima, maksudnya pendidikan serasa memberi didikan yang baik kepada orang
lain dan orang lain itu menerimanya.
2.Pendidikan
bertujuan yang baik, yaitu perkembangan
kepentingan yang menerima agar anak pandai, cerdas, toleransi, berkepribadian
islami, dan luhur serta ahli dalam berbagai bidang.
3.Cara atau jalan
yang baik artinya, baik dalam cara atau jalan yang menerima (subyek-didik) dan
dapat pula terkait pada hakikat yang ,memberi (pendidik) dan diterima (didikan) pada hal-hal yang baik.
4.Konteks
yang positif artinya, sustu konteks yang berupaya menyisihkan negatif
merubahnya menjadi posisitif.
Dari unsur-unsur tersebut dapat dirumuskan pendidikan sebagai
aktivitas interaksi antara pendidik dan subyek didik untuk mencapai tujuan yang
baik dengan cara baik dalam konteks hal yang positif.
Dalam UU RI No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 telah
ditetapkan bahwa” Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”
B. Sekilas tentang
Perubahan Sosial
Masyarakat
manusia di manapun tempatnya pasti mendambakan kemajuan dan
peningkatan kesejahteraan yang optimal.Kondisi masyarakat secara obyektif
merupakan hasil tali temali antara
lingkungan alam, lingkungan sosial serta karakteristik individu.
Ketiga-tiganya selalu berhubungan antara satu sama lain sehingga membentuk
sebuah bangunan.
Perubahan sosial merupakan suatu tingkah laku yang
mengalami perkembangan atau kemunduran bagi seorang individu terhadap
lingkungan sekitar.Pada hal ini mengarah ke terjadinya proses internalisasi
program pada subyek-didik (pendidik dan peserta didik).
Sebab ini menekankan pada pentingnya tujuan/cara/jalan
mendidik yang cocok sesuai dengan pola hidup bergama di masyarakat sekitar.
Hal-hal yang berkaitan dengan
perubahan sosial:
1.Nilai-nilai sosial
Nilai sosial adalah nilai yang
dianut oleh suatu masyarakat,
mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat.
Sebagai contoh, orang menanggap menolong memiliki nilai baik, sedangkan
mencuri bernilai buruk.
Ciri nilai sosial di antaranya sebagai berikut.
- Merupakan
konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat.
- Disebarkan
diantara warga masyarakat (bukan bawaan lahir).
- Terbentuk
melalui sosialisasi (proses belajar)
- Merupakan
bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
- Bervariasi
antara kebudayaan
yang
satu dengan kebudayaan yang lain.
- Dapat
mempengaruhi pengembangan diri sosial
- Memiliki
pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
- Cenderung
berkaitan satu sama lain.
2. Pola-pola perilaku
Pola-pola
perilaku merupakan sikap atau perilaku yang ada sejak dia lahir sampai sekarang
sesuai perkembangan zaman.
3.
Organisasi
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang
secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan..
4. Lembaga dalam masyarakat ( Politik ).
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan
keputusan, khususnya dalam negara.
Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang
berbeda, yaitu antara lain:
- politik
adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama
(teori klasik Aristoteles)
- politik
adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
- politik
merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan
kekuasaan di masyarakat
- politik
adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan
publik.
Dalam konteks memahami politik perlu
dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku
politik,
partisipasi politik, proses
politik,
dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik.
5. Lapisan dalam masyarakat
lapisan
sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara
bertingkat (hierarkis).
6.
Kekuasaan dan
wewenang.
Kekuasaan amat erat
hubungannya dengan wewenang. Tetapi kedua konsep ini harus dibedakan. Kekuasaan
melibatkan kekuatan dan paksaan, wewenang merupakan bagian dari kekuasaan yang
cakupannya lebih sempit. Wewenang tidak menimbulkan implikasi kekuatan.
Wewenang adalah kekuasaan formal yang dimiliki oleh seseorang karena posisi
yang dipegang dalam organisasi. Jadi seorang bawahan harus mematuhi perintah
manajernya karena posisi manajer tersebut telah memberikan wewenang untuk
memerintah secara sah.
Bentuk-bentuk perubahan sosial :
1. Perubahan sosial lambat
Misalnya perubahan perubahan yang perlu waktu lama dimana perubahan terjadi dengan
sendirinya tanpa rencana/kehendak tertentu. Hal itu disebabkan karena usaha
usaha masyarakat untuk sesuaikan diri dengan keperluan-keperluan,
keadaan-keadaan dan kondisi-kondisi yang timbul sejalan dengan pertumbuhan
masyarakat.
a. Teori perubahan unlinier : manusia, masyarakat, serta kebudayaannya, alami
perkembangan sesuai dengan tahapan-tahapan tertentu.
b. Teori perubahan universal : perkembangan masyarakat tidak perlu tahap-tahap
tertentu yang tetap, sebab kebudayaan manusia telah ikuti suatu garis evolusi
tertentu.
c. Teori perubahan multilinier : tahap-tahap perkembangan dalam evolusi
masyarakat.
2. Perubahan sosial cepat
Misalnya perubahan yang cepat (revolusi) dapat dirncanakan terlebih dahulu,
tapi hal ini bersifat relative karena dapat terjadi dalam jangka waktu lama.
3. Perubahan sosial kecil
Misalnya perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial, tetapi tidak
membawa pengaruh yang berarti dalam masyarakat.
4. Perubahan sosial besar
Misalnya perubahan yang akan membawa pengaruh besar pada kehidupan masyarakat.
5. Perubahan sosial direncanakan
Misalnya perubahan yang telah diperkirakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak
yang berwewenang.
6. Perubahan sosial yang tidak
direncanakan
Misalnya perubahan yang terjadi begitu saja dan diluar jangkauan pengawasan
masyarakat.
C.Hubungan Perubahan Sosial dan Pendidikan
Sejalan dengan penjelasan perubahan
sosial di atas maka sebenarnya
di manakah letak posisi pendidikan. Pendidikan
adalah suatu institusi
pengkonservasian yang berupaya menjembatani dan memelihara warisan budaya suatu
masyarakat sesuai dengan perubahan sosial.
Dalam proses perubahan sosial modifikasi
yang terjadi seringkali
tidak teratur dan tidak menyeluruh, meskipun sendi-sendi yang berubah itu saling
berkaitan secara erat, sehingga melahirkan
ketimpangan kebudayaan. Dikatakan pula olehnya bahwa cepatnya
perubahan teknologi jelas akan membawa dampak luas ke seluruh
institusi-institusi masyarakat sehingga munculnya kemiskinan, kejahatan,
kriminalitas dan lain sebagainya merupakan
dampak negatif yang tidak bisa dicegah.
Untuk itulah pendidikan harus mampu
melakukan analisis kebutuhan
nilai, pengetahuan dan teknologi yang paling mendesak dapat mengantisipasi
kesiapan masyarakat dalam menghadapi perubahan.
Ada dua istilah dalam perubahan sosial, yaitu:
a)
Diferensiasi merupakan suatu keniscayaan yang pasti dilalui oleh sistem sosial
dalam mengadaptasikan diri terhadap perubahan-perubahan di lingkungannya,
dan
b)
Kemampuan untuk melakukan diferensiasi merupakan sebuah indikator positif
mengenai kemampuan suatu sistem dalam menyesuaikan diri sesuai dengan
proses-proses perubahan yang
terjadi.
Sedang alur perkembangan
diferensiasi pendidikan dapat
diterangkan dalam beberapa poin sebagai berikut.
a)
Pendidikan pada masyarakat sederhana yang belum mengenal tulisan. Dalam
kehidupan masyarakatnya mengembangkan pendidikan secara informal yang
berfungsi untuk memberikan bekal keterampilan-keterampilan mata pencaharian dan
memperkenalkan pola
tingkah laku yang sesuai dengan nilai serta norma masyarakat setempat. Pada
tingkatan ini, peran sebagai siswa dan guru secara murni ditentukan oleh
ukuran-ukuran askriptif.
b)
Pada tingkatan yang lebih maju, sebagaian proses sosialisasi teridentifikasi keluar
dari batas keluarga, diserahkan kepada semua pemuda di masyarakat tentu saja
dengan bimbingan para
orang tua yang berpengalaman atau berkeahlian.
c)
Dengan berkembangnya diferensiasi di masyarakat itu sendiri, maka meningkat pula
upaya seleksi sosial.
d)
Pada tingkatan berikutnya hubungan antara pendidikan dengan masyarakat
menjadi kian rumit dan semakin kompleks. Sejalan dengan arus
industrialisasi dan kecenderungan diferensiasi
sosial, maka spesialisasi peranan menjadi cirri istimewa masyarakat
pada tingkatan keempat ini. Di sini beban-beban baru, yaitu sebagai pusat
pengajaran bagi masyarakat luas,
sebagai media seleksi sosial serta berperan pula sebagai lapangan
pekerjaan.
Dalam perkembangan ini, sistem
pendidikan beranjak pesat menjadi
institusi yang mempunyai “kedudukan penting” terutama dalam menopang
perubahan sosial ekonomi (baik perubahan yang direncanakan
maupun tidak), lalu pendidikan berkembang menjadi “jembatan”
prestise dan status, selain juga tampil
sebagai faktor utama mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal, baik intra
maupun antargenerasi.
D. Gelombang Kekuatan
yang Mengubah Masyarakat Manusia
Dari berbagai kekuatan yang
mengubah kehidupan bersama umat manusia
dewasa ini adalah globalisaai.
Globalisasi berasal dari
kata global yang berarti
secara umumnya, utuhnya, kebulatanya. Sehingga menjadikan dunia sebagai satu
kesatuan dan dunia seakan-akan menjadi sempit dan tak menghiraukan batas-batas
negara. Misalnya, peristiwa suatu negara dapat tersebar keseluruh dunia.
Peranan
faktor-faktor globalisasi meliputi 4 bidang yaitu,
a. Bidang iptek,
misalnya adalah komputer, satelit dan lainnya. Perkembangan teknologi ini
sangat cepat yang mengakibatkan bumi
semakin sempit dan transparan. Bahkan mampu memberikan orientasi baru dalam
bersikap dan berfikir.
b. Bidang ekonomi,
mengarah pada ekonomi regional dan global. Misalnya, NAFTA AFTA, dan lain
sebagainya. Akibatnya, menyebabkan negara hanya bertapal batas politik saja,
sedang dari ekonomi semakin kabur.
c. Bidang lingkungan
hidup, Indonesia yang mempunyai hutan tropis
terbesar di dunia harus menjaga kelestarian”paru-paru dunia” misalnya, suah di
tetapkannya kebijakan, reboisasi.
d. Bidang pendidikan,
dalam kaitannya identitas bangsa, termasuk budaya nasional dan budaya
nusantara.
e.
Selain itu juga terdapat bidang lain
yaitu bidang politik, hukum, dan hak-hak
asasi manusia paham demokrasi. Misalnya, adalah pelaksanaan pemilu suatu
negara dipantau langsung oleh negara lain, dengan mengirim para peninjau baik
sebelum maupun sesudah pemilu. Ada semboyan”think
globally but act locally”, yang berarti
bahwa dalam menghadapi globalisasi itu menekankan perlunya berfikir dan
berwawasan global namun harus disesuaikan dengan keadaan sekitarnya.
2. Perkembangan iptek
yang semakin cepat
Perkembangan
iptek yang semakin cepat dapat berdampak positif ataupun negatif. Dampak
positifnya, Memudahkan untuk mengikuti perkembangan iptek yang terjadi di
dunia, menguasai dan menerapkannya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.
Sedangkan, dampak negatifnya akan muncul bila kondisi sosial-budaya belum siap
menerima limpahan.
Francis
Bacon “ Ilmu adalah kekuasaan” maka, teknologi merupakan kekuasaan atas: manusia,
kebudayaan, dan alam.
3. Arus Komunikasi
Perkembangan
komunikasi yang semakin padat dan cepat, misalnya yang berkaitan dengan
informasi dan komunikasi, mendorong perkembangan masyarakat dari masyarakat pertanian ke masyarakat
industri dan masyarakat informasi. Seiringnya perkembangan informasi dan
komunikasi seakan-akan mampu mengisi dimensi ruang dan waktu. Unsur dasar proses komunikasi terdiri dari, sumber
pesan, penyandian (encoding),Tranmisi
pesan, saluran pembuka sandian (decoding),
reaksi internal penerima ,dan gangguan (noise).
4.Peningkatan Layanan
Profesional
Dengan
semakin meningkatnya dan meluasnya wawasan dan pengetahuan serta daya kritis,
maka menuntut kualitas hidup yang lebih baik, sehingga pelayanan profesional
sangat dibutuhkan masyarakat demi meningkatkan mutu masyarakat. Sehingga agar mencapai hasil yang optimal maka harus di imbangi dengan peningkatan
kualitas tenaga professional.
E. Pendidikan sebagai
Dasar Pengembangan Masyarakat
Baru
Pendidikan telah dijadikan prioritas utama dan pertama dari
banyak negara untuk dijadikan sebagai pondasi membangun
masyarakat yang lebih demokratis, terbuka bagi
perubahan-perubahan global dan menghadapi masyarakat digital.
a.
Arah Baru Pedagogik
Di dalam perkembangannya, pedagogik terbatas
kepada masalah-masalah mikro pendidikan, seperti perkembangan anak, proses
belajar dan pembelajaran, fasilitas pendidikan, biaya pendidikan, manajemen
pendidikan dan sebagainya. Di dalam perkembangannya dewasa ini, pedagogik
ternyata tidak terlepas dari perubahan-perubahan sosial, politik dan ekonomi. Perubahan-perubahan
sosial tersebut di atas telah membawa kepada suatu keperluan untuk memberikan
orientasi baru terhadap pedagogik. Dengan demikian, pedagogik bukan hanya terbatas kepada
ilmu mendidik dalam arti sempit, atau sekadar aplikasi ilmu jiwa pendidikan,
tetapi juga membahas mengenai
keberadaan manusia di dalam kebersamaan hidup yang mengglobal
bagi umat manusia serta suatu
perubahan politik,ekonomi,sosial budaya.
b.
Pendidikan, Ekonomi, Politik, dan Kebudayaan
Pendidikan
dan kebudayaan merupakan dua sisi dari mata uang yang sama. Mengisolasikan
pendidikan dari kebudayaan berarti
melihat proses pendidikan di dalam ruang hampa. Pakar-pakar ekonomi juga
pakar-pakar kebudayaan dan politik melihat betapa pendidikan merupakan
aspek yang sangat strategis di
dalam menyiapkan suatu tata kehidupan manusia yang baru. Demikianlah kita
melihat bagaimana peranan pendidikan di dalam menata suatu
Pengaruh Budaya
Dengan
berkembangnya masyrakat menuju masyarakat modern yang perlu ditekankan adalah
kemampuan memfilter budaya yang masuk, karena di zaman globalisasi ini kita tidak
mumgkin menutup diri terhadap pengaruh kebudayaan. Bila hal ini sampai terjadi
pada kita , kita sebagai manusia yang “gaptek’’ dan tidak dapat memenuhi
tuntutan zaman. Peranan pendidikan merupakan faktor penentu dalam membangun dan
memperkuat ketahanan kebudayaan
c. Pengembangan sarana
pendidikan
Setrategi
pendidikan dalam menyongsong masa era globalisasi:
1. Pendidikan untuk pengembangan iptek
misalnya, manufacturing
2. Pendidikan untuk pengembanga ketrampilan
menegemen dan bahasa asing
3. Pendidikan untuk pengelolaan
kependudukan, lingkungan, KB,dan kesehatan
4. Pendidikan untuk pengembangan sistem
nilai misalnya, fisafat agama dan ideologi
5. Pendidikan untuk mempertinggi mutu tenaga
kependidikan dan kepelatihan misalnya
pengelolaan pendidikan system formal dan
nonformal untuk peningkatan mutu dan
Sumber Daya Manusia (SDM).masyarakat baru.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian
kecerdasan, akhalak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan
masyarakat, sehingga mampu mempengaruhi peruhahan sosial menuju masyarakat masa
depan . Dengan pendidikan diharapkan mampu menghasilkan manusia yang dapat
menyesuaikan diri dalam menghadapi masa era globalisasi. Masa semacam ini harus
kita taklukkan dengan pengetahuan dan “melek tegnologi” supaya kita bisa
bersaing dengan dengan negara-negara lain. Upaya untuk mengantisipasinya
melalui beberapa cara antara lain: perubahan nilai dan sikap, pengembangan
kebudayaan, dan pengembangan sarana pendidikan. Selain itu kita sebagai
generasi penerus bangsa kita selalu siap untuk belajar hal-hal baru bukan sebagai tenaga yang siap pakai untuk
kepentingan industri.
DAFTAR PUSTAKA
§ Barnadib, Prof.Imam dan Prof.Dr.Sutari Imam
Barnadib.Beberapa Aspeks substansial Ilmu Pendidikan.1996.Andi:Yogyakarta.
§ Muhadjir, Dr. Noeng. Ilmu pendidikan dan perubahan suatu
teori pendidikan.1993.Rakesarasin:Yogyakarta.
§ Tirtarahardjo, Prof.Dr.Umar dan Drs.S.L.La Sulo.Pengantar pendidikan.2005.Rineka
cipta:Jakarta.
§ http/www.google.it/search.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar