OLEH
MANASYER S.O. ALLE(1801070039)
MARIA DEVITA LETO
(1801070029)
FITRIANI
LALANG (1801070032)
OLIVA M.
KAFOLAPADA(1801070030)
UNIVESITAS NUSA CENDANA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa karena berkat Rahmat dan HidayahNya kami dapat menyusun makalah Ilmu Politik.
Pada kesempatan ini, kami mengucapkan
banyak terima kasih kepada pihak-pihak yg telah membantu dan mendukung kami
dalam pembuatan dan penyusunan makalah ini.Teutama kepada dosen yg telah
membimbing dan memberi arahan kepada kami.
Kami selaku penyusun,menyadari sepenuhnya
bahwa makalah ini masih minim dan masih jauh dari kesempurnaan.Oleh karena
itu,kami senantiasa mengharapkan masukan yg bersifat membangun demi
kesempurnaan makalah kami di masa yg akan datang.
Kupang, 2018
Tim
penyusun
Daftar isi
Cover.........................................................................................................................................1
Kata pengantar...........................................................................................................................2
Daftar
isi.....................................................................................................................................3
Bab l
pendahuluan.....................................................................................................................4
1.1
Latar
belakang...................................................................................................4
1.2
rumusan
masalah................................................................................................5
1.3
tujuan..................................................................................................................5
Bab ll pembahasan..................................................................................................6
2.1 teori pengambilan
keputusan...................................................................................6
2.2 faktor-faktor yang mempengaruhi
pengambilan keputusan....................................7
2.3 kebijakan
publik.....................................................................................................8
Bab
lll
penutup........................................................................................................................10
3.1
simpulan................................................................................................................10
3.2
saran......................................................................................................................10
Daftar
pustaka..........................................................................................................................11
Bab l
Pendahuluan
1.1
Latar belakang
Sebelum dibahas lebih jauh mengenai
konsep kebijakan publik,
kita perlu mengakaji terlebih dahulu mengenai konsep kebijakan atau
dalam bahasa inggris sering kita dengar dengan istilah policy. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, kebijakan diartikan sebagai rangkaian
konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam
pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tentang
pemerintahan, organisasi, dsb); pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip dan
garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran.
Carl J Federick sebagaimana dikutip Leo Agustino(2008: 7)
mendefinisikan kebijakan sebagai serangkaian tindakan/kegiatan yang
diusulkan seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan
tertentu dimana terdapat hambatan-hambatan (kesulitan-kesulitan) dan
kesempatan-kesempatan terhadap pelaksanaan usulan kebijaksanaan
tersebut dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Pendapat ini juga
menunjukan bahwa ide kebijakan melibatkan perilaku yang memiliki
maksud dan tujuan merupakan bagian yang penting dari definisi kebijakan,
karena bagaimanapun kebijakan harus menunjukan apa yang
sesungguhnya dikerjakan daripada apa yang diusulkan dalam beberapa
kegiatan pada suatu masalah.
kita perlu mengakaji terlebih dahulu mengenai konsep kebijakan atau
dalam bahasa inggris sering kita dengar dengan istilah policy. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, kebijakan diartikan sebagai rangkaian
konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam
pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tentang
pemerintahan, organisasi, dsb); pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip dan
garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran.
Carl J Federick sebagaimana dikutip Leo Agustino(2008: 7)
mendefinisikan kebijakan sebagai serangkaian tindakan/kegiatan yang
diusulkan seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan
tertentu dimana terdapat hambatan-hambatan (kesulitan-kesulitan) dan
kesempatan-kesempatan terhadap pelaksanaan usulan kebijaksanaan
tersebut dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Pendapat ini juga
menunjukan bahwa ide kebijakan melibatkan perilaku yang memiliki
maksud dan tujuan merupakan bagian yang penting dari definisi kebijakan,
karena bagaimanapun kebijakan harus menunjukan apa yang
sesungguhnya dikerjakan daripada apa yang diusulkan dalam beberapa
kegiatan pada suatu masalah.
1.2
Rumusan masalah
·
Apa teori pengambilan keputusan
·
Faktor-faktor apa yang mempengaaruhi pengambilan keputusan
·
Mengapa mempelajari kebijakan publik dalam ilmu politik
1.3
Tujuan
·
Untuk mengetahui teori pengambilan keputusan
·
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan
·
Untuk mengetahui manfaat mempelajari kebijakan publik dalam ilmu politik
Bab ll
Pembahasan
2.1 Teori Pengambilan Keputusan
A.Pengertian
Keputusan merupakan hasil pemecahan
dalam suatu masalah yang harus dihadapi dengan tegas.Dalam kamus besar Ilmu
Pengambilan Keputusan (Decision Making)didefinisikan sebagai pemilihan
keputusan atau kebijakan yang didasarkan atas kriteria tertentu.Proses ini
meliputi dua alternatif atau lebih karena seandainya hanya satu alternatif
tidak akan ada satu keputusan yang diambil.Menurut J.Reason,pengambilan
keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil dari proses mental atau kongnitif
yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan diantara beberapa alternatif
yang tersedia.Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu
pilihan final.
Pengambilan keputusan merupakan salah
satu bentuk perbuatan berpikir dan hasil dari suatu perbuatan itu disebut
keputusan.Pengambilan keputusan dalam psikologi kongnitif difokuskan kepada
bagaimana seseorang mengambil keputusan.Dalam kajiannya,berbeda dengan
pemecahan masalah yang mana ditandai dengan situasidimana sebuah tujuan
ditetapkan dengan jelas dan dimana pencapaian sebuah sasaran diuraikan menjadi
sub tujuan,yang pada saatnya membantu menjelaskan tindakan yang harus dan kapan
diambil.Pengambilan keputusan juga berbeda dengan penalaran,yang mana ditandai
dengan sebuah proses oleh perpindahan seseorang dari apa yang telah mereka
ketahui terhadap pengetahuan lebih lanjut.
Fungsi pengambilan keputusan
individual atau kelompok baik secara institusional ataupun organisasional sifatnya futuristik.
B.Dasar-dasar pengambilan keputusan
George R. Terry menjelaskan dasar-dasar dari
pengambilan keputusan yang berlaku antara lain:
a.
Intuisi
Keputusan yang diambil berdasarkan intuisi atau perasaan
lebih bersifat subjektif yaitu mudah
terkena sugesti,pengaruh luar,dan faktor kejiwaan lain.
Keuntungan sifat subjektif dari keputusan intuitif yaitu:
Ø Pengambilan keputusan oleh satu
pihak sehingga mudah untuk memutuskan
Ø Keputusan intuitif lebih tepat
untuk masalah-masalah kemanusiaan.
b. Pengalaman
Dalam hal tersebut,pengalaman memang dapat dijadikan
pedoman dalam menyelesaikan masalah.Keputusan yang berdasarkan pengalaman
sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis.Pengalaman dan kemampuan untuk
memperkirakan apa yang menjdi latar belakang masalah dan bagaimana arah
penyelesaiannya sangat membantu dalam
memudahkan pemecahan masalah.
c.
Fakta
Keputusan yang berdasarkan sejumlah fakta,data atau
informasi yang cukup itu memang merupakan keputusan yang baik,namun untuk
mendapatkan informasi yang cukup itu sangat sulit.
d.
Wewenang
Keputusan yang berdasarkan pada
wewenang semata maka akan menimbulkan sifat rutin dan mengaosiasikan dengan
praktek diktatorial.Keputusan berdasarkan wewenang kadangkala oleh pembuat
keputusan sering melewati permasalahan yang seharusnya di pecahkan justru
menjadi kabur atau kurang jelas.
e.
Rasional
Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya
guna.Masalah-masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan
rasional.Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat
objektif.
2.2 Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
v Menurut Terry
1)
Hal-hal yang berwujud maupun yang tidak berwujud,yang emosional maupun yang
rasional,perlu diperhitungkan dalam
pengambilan keputusan
2)
Setiap keputusan harus dapat di jadikan bahan untuk mencapai
keputusan,setiap keputusan jangan berorientasi pada kepentingan pribadi,tetapi
harus lebih mementingkan kepentingan bersama.
3)
Jarang sekali pilihan yang memuaskan,oleh karena itu buatlah
alternatif-alternatif tandingan
4)
Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental dan tindakan tindakan ini
harus diubah menjadi tindakan fisik
5)
Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama
6)
Di perlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hsil yang
lebih baik
7)
Setiap keputusan hendaknya dilembagakan agar diketahui keputusan itu benar
8)
Setiap keputusan merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan
mata rantai berikutnya.
v Menurut Arroba
1)
Informasi yang diketahui perihal masalah yang dihadapi
2)
Tingkat pendidikan
3)
Personality
4)
Coping,dalam hal ini dapat berupa pengalaman hidup yang terkait dengan
pengalaman(proses adaptasi)
5)
Culture
v Menurut Kotler
1)
Faktor budaya,meliputi peran budaya,sub budaya dan kelas sosial
2)
Faktor sosial,meliputi kelompok acuan,keluarga,peran dan status
3)
Faktor pribadi,meliputi usia dan tahap siklus hidup,pekerjaan,keadaan
ekonomi,gaya hidup,kepribadian dan konsep diri
4)
Faktor psikologis,meliputi motivasi,perspsi,pengetahuan,keyakinan dan
pendirian
2.3 Kebijakan Publik
A.
Pengertian Kebijakan
Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, kebijakan diartikan sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi
garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak
(tentang pemerintahan, organisasi, dsb); pernyataan cita-cita, tujuan,
prinsip dan garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran.Carl J
Federick sebagaimana dikutip Leo Agustino(2008: 7) mendefinisikan kebijakan
sebagai serangkaian tindakan/kegiatan yang diusulkan seseorang,
kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu dimana terdapat
hambatan-hambatan (kesulitan-kesulitan) dan kesempatan-kesempatan
terhadap pelaksanaan usulan kebijaksanaan tersebut dalam rangka
mencapai tujuan tertentu. Pendapat ini juga menunjukan bahwa ide kebijakan
melibatkan perilaku yang memiliki maksud dan tujuan merupakan bagian yang penting dari definisi
kebijakan,karena bagaimanapun kebijakan harus menunjukan apa yang sesungguhnya dikerjakan
daripada apa yang diusulkan dalam beberapa kegiatan pada suatu masalah.
B. Pengertian
Kebijakan Publik
Lingkup dari studi kebijakan
publik sangat luas karena mencakup berbagai bidang dan sektor seperti ekonomi, politik, sosial,
budaya,hukum, dan sebagainya. Disamping itu dilihat dari hirarkirnya kebijakan publik dapat bersifat
nasional, regional maupun lokal seperti undangundang, peraturan pemerintah,
peraturan presiden, peraturan menteri,peraturan pemerintah daerah/provinsi,
keputusan gubernur, peraturan daerah kabupaten/kota, dan keputusan bupati/walikota. Secara terminologi
pengertian kebijakan publik (public policy) itu ternyata banyak sekali,
tergantung dari sudut mana kita mengartikannya. Easton memberikan definisi
kebijakan publik sebagai the authoritative allocation of values for the
whole society atau
sebagai pengalokasian nilainilai secara paksa kepada seluruh anggota
masyarakat. Laswell dan Kaplan juga mengartikan kebijakan publik sebagai a projected program
of goal, value, and practice atau sesuatu program pencapaian tujuan, nilai-nilai dalam praktek-praktek yang
terarah.
Beberapa alasan mengapa
kebijakan publik penting atau urgen untuk dipelajari, yaitu:
a) Alasan Ilmiah Kebijakan publik dipelajari
dengan maksud untuk memperoleh pengetahuan yang luas tentang asal-muasalnya, proses perkembangannya, dan konsekuensi-konsekuensinya
bagi masyarakat.
Dalam hal ini kebijakan dapat dipandang sebagai variabel terikat (dependent
variable) maupun sebagai variable independen (independent variable). Kebijakan dipandang
sebagai variabel
terikat, maka perhatian akan tertuju pada faktor-faktor politik dan lingkungan yang membantu menentukan
substansi kebijakan atau diduga mempengaruhi isi kebijakan piblik.Kebijakan
dipandang sebagai variabel independen jika focus perhatian tertuju pada
dampak kebijakan tertuju pada sistem politik dan lingkungan yang
berpengaruh terhadapo kebijakan publik.
b) Alasan professional Studi kebijakan publik
dimaksudkan sebagai upaya untuk menetapkan pengetahuan ilmiah dibidang kebijakan publik guna memecahkan masalah-masalah
sosial sehari-hari.
c) Alasan Politik Mempelajari kebijakan publik
pada dasarnya dimaksudkan agar pemerintah dapat menempuh kebijakan yang tepat guna mencapai tujuan yang tepat pula.
Bab lll
Penutup
3.1 simpulan
Keputusan merupakan
hasil pemecahan dalam suatu masalah yang harus dihadapi dengan tegas.Dasar-dasar pengambilan
keputusan yaitu antaralain:
Ø intuisi,
Ø pengalaman,
Ø fakta,
Ø wewenang dan
Ø rasional.
3.2 saran
Hendaknya
setiap keputusan yang kita ambil harus bijak.
Daftar Pustaka
Cholisin,M.Si
dkk.2006.Dasar-dasar Ilmu Politik.Yogyakarta:FISE UNY

Tidak ada komentar:
Posting Komentar