Mengenai Saya

Foto saya
nama fitri,usia 20,asal Alor

Kamis, 14 Maret 2019

MAKALAH ILMU POLITIK


                                 
                                 




OLEH
MANASYER S.O. ALLE(1801070039)
MARIA DEVITA LETO  (1801070029)
FITRIANI  LALANG   (1801070032)
OLIVA  M. KAFOLAPADA(1801070030)




                                           UNIVESITAS NUSA CENDANA
                             FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
                  JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN




                                      KATA PENGANTAR

     Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat dan HidayahNya kami dapat menyusun makalah Ilmu Politik.
         Pada kesempatan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yg telah membantu dan mendukung kami dalam pembuatan dan penyusunan makalah ini.Teutama kepada dosen yg telah membimbing dan memberi arahan kepada kami.

      Kami selaku penyusun,menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih minim dan masih jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu,kami senantiasa mengharapkan masukan yg bersifat membangun demi kesempurnaan makalah kami di masa yg akan datang.







                                                                                                                    Kupang,                            2018


                                                                                                                                              Tim penyusun







                                             Daftar isi
Cover.........................................................................................................................................1
Kata pengantar...........................................................................................................................2
Daftar isi.....................................................................................................................................3
Bab l pendahuluan.....................................................................................................................4
1.1              Latar belakang...................................................................................................4
1.2              rumusan masalah................................................................................................5
1.3              tujuan..................................................................................................................5
Bab ll pembahasan..................................................................................................6
2.1 teori pengambilan keputusan...................................................................................6
2.2 faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan....................................7
2.3  kebijakan publik.....................................................................................................8
Bab lll  penutup........................................................................................................................10
3.1  simpulan................................................................................................................10
3.2  saran......................................................................................................................10
Daftar pustaka..........................................................................................................................11










                                              Bab l   
                                                      Pendahuluan

1.1              Latar  belakang

         Sebelum dibahas lebih jauh mengenai konsep kebijakan publik,
kita perlu mengakaji terlebih dahulu mengenai konsep kebijakan atau
dalam bahasa inggris sering kita dengar dengan istilah policy. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, kebijakan diartikan sebagai rangkaian
konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam
pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tentang
pemerintahan, organisasi, dsb); pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip dan
garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran.
Carl J Federick sebagaimana dikutip Leo Agustino(2008: 7)
mendefinisikan kebijakan sebagai serangkaian tindakan/kegiatan yang
diusulkan seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan
tertentu dimana terdapat hambatan-hambatan (kesulitan-kesulitan) dan
kesempatan-kesempatan terhadap pelaksanaan usulan kebijaksanaan
tersebut dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Pendapat ini juga
menunjukan bahwa ide kebijakan melibatkan perilaku yang memiliki
maksud dan tujuan merupakan bagian yang penting dari definisi kebijakan,
karena bagaimanapun kebijakan harus menunjukan apa yang
sesungguhnya dikerjakan daripada apa yang diusulkan dalam beberapa
kegiatan pada suatu masalah
.

1.2              Rumusan masalah

·         Apa teori pengambilan keputusan
·         Faktor-faktor apa yang mempengaaruhi pengambilan keputusan
·         Mengapa mempelajari kebijakan publik dalam ilmu politik



1.3              Tujuan

·         Untuk mengetahui teori pengambilan keputusan
·         Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan
·         Untuk mengetahui manfaat mempelajari kebijakan publik dalam ilmu politik
                                        Bab ll
                                    Pembahasan

2.1  Teori  Pengambilan Keputusan
              A.Pengertian
        Keputusan merupakan hasil pemecahan dalam suatu masalah yang harus dihadapi dengan tegas.Dalam kamus besar Ilmu Pengambilan Keputusan (Decision Making)didefinisikan sebagai pemilihan keputusan atau kebijakan yang didasarkan atas kriteria tertentu.Proses ini meliputi dua alternatif atau lebih karena seandainya hanya satu alternatif tidak akan ada satu keputusan yang diambil.Menurut J.Reason,pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil dari proses mental atau kongnitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan diantara beberapa alternatif yang tersedia.Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final.
        Pengambilan keputusan merupakan salah satu bentuk perbuatan berpikir dan hasil dari suatu perbuatan itu disebut keputusan.Pengambilan keputusan dalam psikologi kongnitif difokuskan kepada bagaimana seseorang mengambil keputusan.Dalam kajiannya,berbeda dengan pemecahan masalah yang mana ditandai dengan situasidimana sebuah tujuan ditetapkan dengan jelas dan dimana pencapaian sebuah sasaran diuraikan menjadi sub tujuan,yang pada saatnya membantu menjelaskan tindakan yang harus dan kapan diambil.Pengambilan keputusan juga berbeda dengan penalaran,yang mana ditandai dengan sebuah proses oleh perpindahan seseorang dari apa yang telah mereka ketahui terhadap pengetahuan lebih lanjut.
         Fungsi pengambilan keputusan individual atau kelompok baik secara institusional  ataupun organisasional sifatnya futuristik.

       B.Dasar-dasar pengambilan keputusan
George  R. Terry menjelaskan dasar-dasar dari pengambilan keputusan yang berlaku antara lain:
a.       Intuisi
Keputusan yang diambil berdasarkan intuisi atau perasaan lebih bersifat subjektif  yaitu mudah terkena sugesti,pengaruh luar,dan faktor kejiwaan lain.
Keuntungan sifat subjektif dari keputusan intuitif yaitu:
Ø  Pengambilan keputusan oleh satu pihak sehingga mudah untuk memutuskan
Ø  Keputusan intuitif lebih tepat untuk masalah-masalah kemanusiaan.
b.      Pengalaman
Dalam hal tersebut,pengalaman memang dapat dijadikan pedoman dalam menyelesaikan masalah.Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis.Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang menjdi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya  sangat membantu dalam memudahkan pemecahan masalah.
c.       Fakta
Keputusan  yang berdasarkan sejumlah fakta,data atau informasi yang cukup itu memang merupakan keputusan yang baik,namun untuk mendapatkan informasi yang cukup itu sangat sulit.
d.      Wewenang
Keputusan yang berdasarkan pada wewenang semata maka akan menimbulkan sifat rutin dan mengaosiasikan dengan praktek diktatorial.Keputusan berdasarkan wewenang kadangkala oleh pembuat keputusan sering melewati permasalahan yang seharusnya di pecahkan justru menjadi kabur atau kurang jelas.
e.       Rasional
Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya guna.Masalah-masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan rasional.Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat objektif.


2.2  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
v  Menurut Terry
1)      Hal-hal yang berwujud maupun yang tidak berwujud,yang emosional maupun yang rasional,perlu diperhitungkan dalam  pengambilan keputusan
2)      Setiap keputusan harus dapat di jadikan bahan untuk mencapai keputusan,setiap keputusan jangan berorientasi pada kepentingan pribadi,tetapi harus lebih mementingkan kepentingan bersama.
3)      Jarang sekali pilihan yang memuaskan,oleh karena itu buatlah alternatif-alternatif  tandingan
4)      Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental dan tindakan tindakan ini harus diubah menjadi tindakan fisik
5)      Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama
6)      Di perlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hsil yang lebih baik
7)      Setiap keputusan hendaknya dilembagakan agar diketahui keputusan itu benar
8)      Setiap keputusan merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan mata rantai berikutnya.

v  Menurut Arroba
1)      Informasi yang diketahui perihal masalah yang dihadapi
2)      Tingkat pendidikan
3)      Personality
4)      Coping,dalam hal ini dapat berupa pengalaman hidup yang terkait dengan pengalaman(proses adaptasi)
5)      Culture
v  Menurut Kotler
1)      Faktor budaya,meliputi peran budaya,sub budaya dan kelas sosial
2)      Faktor sosial,meliputi kelompok acuan,keluarga,peran dan status
3)      Faktor pribadi,meliputi usia dan tahap siklus hidup,pekerjaan,keadaan ekonomi,gaya hidup,kepribadian dan konsep diri
4)      Faktor psikologis,meliputi motivasi,perspsi,pengetahuan,keyakinan dan pendirian


2.3  Kebijakan  Publik
A.   Pengertian Kebijakan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kebijakan diartikan sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tentang pemerintahan, organisasi, dsb); pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip dan garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran.Carl J Federick sebagaimana dikutip Leo Agustino(2008: 7) mendefinisikan kebijakan sebagai serangkaian tindakan/kegiatan yang diusulkan seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu dimana terdapat hambatan-hambatan (kesulitan-kesulitan) dan kesempatan-kesempatan terhadap pelaksanaan usulan kebijaksanaan tersebut dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Pendapat ini juga menunjukan bahwa ide kebijakan melibatkan perilaku yang memiliki maksud dan tujuan merupakan bagian yang penting dari definisi kebijakan,karena bagaimanapun kebijakan harus menunjukan apa yang sesungguhnya dikerjakan daripada apa yang diusulkan dalam beberapa kegiatan pada suatu masalah.

B. Pengertian Kebijakan Publik

Lingkup dari studi kebijakan publik sangat luas karena mencakup berbagai bidang dan sektor seperti ekonomi, politik, sosial, budaya,hukum, dan sebagainya. Disamping itu dilihat dari hirarkirnya kebijakan publik dapat bersifat nasional, regional maupun lokal seperti undangundang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan menteri,peraturan pemerintah daerah/provinsi, keputusan gubernur, peraturan daerah kabupaten/kota, dan keputusan bupati/walikota. Secara terminologi pengertian kebijakan publik (public policy) itu ternyata banyak sekali, tergantung dari sudut mana kita mengartikannya. Easton memberikan definisi kebijakan publik sebagai the authoritative allocation of values for the whole society atau sebagai pengalokasian nilainilai secara paksa kepada seluruh anggota masyarakat. Laswell dan Kaplan juga mengartikan kebijakan publik sebagai a projected program of goal, value, and practice atau sesuatu program pencapaian tujuan, nilai-nilai dalam praktek-praktek yang terarah.


Beberapa alasan mengapa kebijakan publik penting atau urgen untuk dipelajari, yaitu:
a) Alasan Ilmiah Kebijakan publik dipelajari dengan maksud untuk memperoleh pengetahuan yang luas tentang asal-muasalnya, proses perkembangannya, dan konsekuensi-konsekuensinya bagi masyarakat. Dalam hal ini kebijakan dapat dipandang sebagai variabel terikat (dependent variable) maupun sebagai variable independen (independent variable). Kebijakan dipandang sebagai variabel terikat, maka perhatian akan tertuju pada faktor-faktor politik dan lingkungan yang membantu menentukan substansi kebijakan atau diduga mempengaruhi isi kebijakan piblik.Kebijakan dipandang sebagai variabel independen jika focus perhatian tertuju pada dampak kebijakan tertuju pada sistem politik dan lingkungan yang berpengaruh terhadapo kebijakan publik.
b) Alasan professional Studi kebijakan publik dimaksudkan sebagai upaya untuk menetapkan pengetahuan ilmiah dibidang kebijakan publik guna memecahkan masalah-masalah sosial sehari-hari.
c) Alasan Politik Mempelajari kebijakan publik pada dasarnya dimaksudkan agar pemerintah dapat menempuh kebijakan yang tepat guna mencapai tujuan yang tepat pula.

                                                 






                                              
                                           Bab lll   Penutup

3.1  simpulan
Keputusan merupakan hasil pemecahan dalam suatu masalah yang harus dihadapi    dengan tegas.Dasar-dasar pengambilan keputusan yaitu antaralain:
Ø  intuisi,
Ø  pengalaman,
Ø  fakta,
Ø  wewenang dan
Ø   rasional.








3.2  saran
                 Hendaknya setiap keputusan yang kita ambil harus bijak.









                                                   Daftar Pustaka
Cholisin,M.Si dkk.2006.Dasar-dasar Ilmu Politik.Yogyakarta:FISE UNY



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Struktur atau lembaga politik

  B. 1.     Kelompok-kelompok kepentingan Kelompok kepentingan (interest group) seringkali di defenisikan sebagai, a group of persons w...