Mengenai Saya

Foto saya
nama fitri,usia 20,asal Alor

Senin, 25 Maret 2019

motivasi belajar



BAB  I  PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
            Usaha pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan banyak sekali metode-metode pembelajaran yang diterapkan pada lingkungan pendidikan terutama bagi pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi seorang peserta didik. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu dengan cara guru harus menguasai teknik-teknik pengajaran atau metode mengajar( Roestiyah NK,1991:1). Dalam menentukan metode yang nanti akan kita gunakan hendaknya harus sesuai juga dengan materi yang diajarkan karena hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar seorang peserta didik. Seperti yang diungkap oleh Sutama (2000) tentang peningkatan efektifitas belajar melalui gaya mengajar menyimpulkan bahwa dalam penyampaian materi pelajaran, seorang guru harus bisa menentukan metode apa yang tepat sesuai dengan materi yang akan disampaikan sehingga prestasi belajar siswa akan tercapai sesuai tujuan. Dengan demikian hal ini menjadi tantangan bagi seorang pendidik dalam mengembangan pemikiran yang positif bagi diri mereka. Banyak faktor yang seringkali dijadikan tolak ukur keberhasilan pendidikan. Salah satunya adalah dengan melihat keberhasilan proses perkuliahan dalam mencapai tujuannya. Faktor lain yang sangat berperan saat ini adalah motivasi mahasiswa dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk memulai sebuah proses belajar mengajar. Mahasiswa mempunyai dorongan atau penggerak untuk melakukan kegiatan belajar di perguruan tinggi untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkannya.

B.     Tujuan
·         Untuk mengetahui pengertian motivasi belajar
·         Untuk mengetahui apa saja jenis dan sifat dari motivasi belajar
·         Untuk mengetahui bagaimana strategi atau cara untuk mmenumbuhkan motivasi belajar
C.     Rumusan Masalah
·         Apa pengertian dari motivasi belajar?
·         Apa saja jenis dan sifat motivasi belajar?
·         Bagaimanakah cara untuk menumbuhkan motivasi belajar?




BAB II PEMBAHASAN
A.    Konsep Motivasi Belajar
Motif dalam bahasa Inggris adalah motive berasal dari kata “motion” yang berarti gerak atau sesuatu yang bergerak. Berawal dari kata motif itu motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif.
·         Menurut Hamzah B. Uno (2011: 23) “motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur-unsur yang mendukung. Indikator-indikator tersebut, antara lain: adanya hasrat dan keinginan berhasil, dorongan dan kebutuhan dalam belajar, harapan dan cita-cita masa depan, penghargaan dalam belajar, dan lingkungan belajar yang kondusif.”
·         Winkel (2005: 160), menyebutkan motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis didalam siswa yang menimbulkan kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan.
·         Sardiman A. M (2007: 75), menjelaskan motivasi belajar adalah seluruh daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar yang memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat dicapai.”
·         Clayton Alderfer dalam Hamdhun,2011 motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan segala kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah seluruh daya penggerak psikis yang ada dalam diri individu siswa yang dapat memberikan dorongan untuk belajar demi mencapai tujuan dari belajar tersebut.

B.     Jenis dan Sifat motivasi Belajar
1.      Jenis motivai belajar
Secara umum jenis motivasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
·         Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia sehingga perilakunya berpengaruh oleh insting atau kebutuhan jasmani. McDougall berpendapat bahwa tingkah laku terdiri dari pemikiran tentang tujuan, perasaan subjektif, dan dorongan mencapai kepuasan. Insting yang penting pada manusia adalah memelihara, mencari makan, melarikan diri, berkelompok, mempertahankan diri, rasa ingin tahu, membangun, dan kawin (Koeswara, 1989; Jalaludin Rachmat, 1991). 
·         Motivasi Sekunder adalah motivasi yang dipelajari.  Sebagai ilustrasi, orang yang lapar akan tertarik pada makanan tanpa belajar. Untuk memperoleh makanan tersebut, orang harus bekerja terlebih dahulu. Agar dapat bekerja dengan baik, orang harus  belajar bekerja. “ bekerja dengan baik” merupakan motivasi sekunder.


2.      Sifat motivasi
Sifat motivasi dibedakan menjadi dua:
·         Motivasi Internal adalah motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang. Misalnya: Vicky ingin menjadi juara kelas. Atas dasar tujuan tersebut, Vicky berusaha untuk menjadi yang terbaik diantara teman-temannya. Contohnya: mengumpulkan tugas tepat waktu, aktif dalam diskusi kelas.
·         Motivasi Eksternal adalah motivasi yang bersumber dari luar diri seseorang.
Misalnya: motivasi dari orangtua, motivasi dari guru, motivasi dari teman dan motivasi dari yang lain. Sebagai contoh, Orang tua memberikan arahan kepada  anaknya untuk memilih jurusan yang tepat sesuai dengan kemampuan atau bakat yang dimilikinya.





C.    Strategi Menumbuhkan Motivasi Belajar
Menurut Sutikno untuk membangkitkan motivasi belajar, dapat dilakukan dengan beberapa stretegi, antara lain :
(a). Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. Pengajar harus menetapkan tujuan yang wajar bagi setiap materi yang dibahas, yang memungkinkan mahasiswa untuk kemajuan di dalam kelas. Begitu pula dengan proses belajar mengajar, untuk pembahasan suatu materi terlebih dahulu mahasiswa diantarkan atau dijelaskan tentang tujuan dari pokok bahasan yang akan dicapai dan kaitan – kaitan antara materi yang dibahas dengan materi sebelumnya.
(b). Hadiah, Pemberian hadiah kepada mahasiswa merupakan salah satu strategi untuk membangkitkan motivasi kepada mahasiswa. Hadiah dalam hal ini tidak selalu berupa barang, akan tetapi dapat berupa suatu penghargaan nilai tambahan. Pemberian nilai semacam ini akan memacu semangat untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di dalam pemberian hadiah ini tidak baik, jika dilakukan terlalu sering.
(c). Saingan/kompetisi, Kompetisi dapat dilakukan saat proses belajar mengajar berlangsung, dengan jalan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengerjakan soal latihan ke depan kelas ataupun menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diajukan pihak pengajar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa tersebut.
 (d).Pujian, Mahasiswa yang mendapat pujian akan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk lebih giat dalam belajar. Pemberian pujian dapat membangun diri seseorang untuk mendapatkan suatu kepercayaan, kompetensi, dan harga diri. Apabila dalam belajar masih lemah, biarkan supaya tahu bahwa ia tetap percaya dapat memperbaiki dan berhasil dari waktu ke waktu.
 (e).Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar,untuk meningkatkan motivasi yang utama adalah menumbuhkan rasa percaya diri. Untuk membangkitakan seseorang untuk mau belajar adalah memberi kesempatan untuk berhasil di awal. Setelah merasa bahwa mereka dapat berhasil, dapat ditingkatkan secara bertahap ke tingkat yang lebih sulit.Tahapan ini dapat diberikan baik untuk latihan soal, pembahasan soal, soal ujian yang diberikan maupun tugas – tugas rumah.
(f).Membentuk kebiasaan belajar yang baik, Selama dalam proses belajar mengajar diperlukan pemberian umpan balik atau suatu komentar, pemberian komentar terhadap tugas atau kinerja yang dilakukan oleh semuanya, bukan komentar itu ditujukan terhadap diri pribadi mahasiswa. Hal ini akan membentuk kebiasaan belajar yang baik.
 (g).Menggunakan metode yang bervariasi, Untuk membangkitkan motivasi mahasiswa dalam proses belajar mengajar, pengajar harus menciptakan suasana yang dapat membangkitkan dalam belajar. Metode pembelajaran yang bersifat monoton tanpa adanya variasi akan membuat jenuh dan bosan. Metode pembelajaran yang dipilih harus dapat menciptakan situasi belajar mengajar yang menyenangkan. Metode yang dipilih dalam pembelajaran, diupayakan agar mahasiswa mau berinteraksi selama proses belajar mengajar berlangsung. Pengajar harus mengupayakan agar mahasiswa mau ikut berpartisipasi aktif untuk memberi masukan, pertanyaan dan tanggapan tentang materi yang akan dibahas. Disamping itu diupayakan rasa nyaman untuk berada di dalam kelas. Untuk memberi motivasi bagi mahasiswa dalam belajar, pengajar dapat menunjukkan bahwa mereka bisa sukses di kelas.
 (h). Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran, Media dalam pembelajaran dapat berupa papan tulis, OHP ataupun LCD. Media dalam proses belajar mengajar bukan merupakan suatu tujuan dari belajar, akan tetapi media berperan sebagai alat bantu proses pembelajaran dan memperjelas apa yang akan disampaikan oleh pihak pengajar. Adanya media pembelajaran akan bermanfaat untuk memotivasi mahasiswa dalam belajar.









BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan
               Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar,sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
                Secara umum motivasi itu terbagi dua, Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia sehingga perilakunya berpengaruh oleh insting atau kebutuhan jasmani. McDougall berpendapat bahwa tingkah laku terdiri dari pemikiran tentang tujuan, perasaan subjektif, dan dorongan mencapai kepuasan. Insting yang penting pada manusia adalah memelihara, mencari makan, melarikan diri, berkelompok, mempertahankan diri, rasa ingin tahu, membangun, dan kawin (Koeswara, 1989; Jalaludin Rachmat, 1991). 
        Motivasi Sekunder adalah motivasi yang dipelajari.  Sebagai ilustrasi, orang yang lapar akan tertarik pada makanan tanpa belajar. Untuk memperoleh makanan tersebut, orang harus bekerja terlebih dahulu. Agar dapat bekerja dengan baik, orang harus  belajar bekerja. “ bekerja dengan baik” merupakan motivasi sekunder.

              Motivasi memegang peranan yang sangat penting dalam kegiatan belajar bagi mahasiswa, mempengaruhi intensitas kegiatan belajar, tetapi motivasi dipengaruhi oleh tujuan yang akan dicapai dengan belajar. Makin tinggi tujuan belajar maka akan semakin besar pula motivasinya, dan semakin besar motivasi belajarnya akan semakin kuat pula kegiatan belajarnya.
B.     Saran
                Berbagai alternatif yang dipaparkan dalam kajian pustaka bisa menjadi acuan da pedoman bagi mahasiswa. Yang perlu dipahami oleh mahasiswa bahwa sehebat apapun si motivator namun jika tidak ada keingin dari yang dimotivasi maka motivasi tersebut tidak akan pernah dapat terwujud. Karenanya Sebagai seorang mahasiswa yang berkutat di bidang akademik, tumbuhkanlah motivasi itu dari dalam diri sendiri bukan karena faktor-faktor luar. Karena dari dalam itulah kita sadar betapa pentingnya keseriusan dan ketekunan belajar di perguruan tinggi sebagai modal dimasa depan.






                                     Daftar pustaka

·        epirnts.uny.ac.id
·        etheses.uin-malang.ac.id
·          ttps://eprints.uny.ac.id
·        https://media.neliti.com
                          


Kamis, 14 Maret 2019

MAKALAH PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL





OLEH
MANASYER S.O. ALLE(1801070039)
MARIA DEVITA LETO  (1801070029)
FITRIANI  LALANG   (1801070032)
OLIVA  M. KAFOLAPADA(1801070030)
                                               KARMELIANA LALU (18010700



                                           UNIVESITAS NUSA CENDANA
                             FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
                  JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN   


                            KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT Rabb semesta alam atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah ini  dengan judul “ Pendidikan dan Perubahan Sosial” tepat pada waktunya.
Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rosul Allah Muhammad SAW yang telah membawa kita dari kegelapan kepada cahaya Rabbi, semoga tercurahkan juga kepada keluarga Beliau, sahabat dan somoga safa’at dapat kita terima di akhirat kelak. Amin.
Penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Abdul Madjid dan teman-teman satu team yang  telah mendukung penyelesaian makalah sebagai tugas kuliah. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyajian ini jauh dari tingkat kesempurnaan, maka dari itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan makalah ini.
Mudah-mudahan bantuan dan dukungan yang diberikan Bapak atau semua pihak dapat  menjadi amal jariyah yang bermanfaat.
Dengan segala keterbatasan dan kelemahan yang ada pada penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.



Kupang,                2018


                                                                                                                  Tim penyusun

                                                                      BAB I
PENDAHULUAN
1.1  latar  belakang
            Pendidikan adalah usaha sadar yang ditunjukan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang berkepribadian yang kuat dan utuh serta bermoral tinggi. Secara spesifik, dengan pendidikan peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyrakat, bangsa dan negara. Sehingga dapat tercipta Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Pendidikan sangat mempengaruhi proses perubahan sosial suatu individu dalam bermasyarakat dan akhirnya pendidikan akan dapat membangun bangsa dan negara di era globalisasi ini.
Berdasarkan faktanya, orang yang sekolah akan  mendapat status sosial  tinggi di masyarakat dari pada orang  yang tidak sekolah atau berpendidikan tinggi. Hal semacam itu harus kita jauhkan dari pemikiran kita karena sebenarnya pandangan terhadap kebuyaan seperti itu sudah tidak baru lagi yaitu sudah ada sejak Sarekat Islam(SI) dalam pimpinan Tan Malaka, salah seorang legenda pergerakan nasional. Jadi akan sangat berlebihan jika menganggap ide seperti itu sebagai suatu terobosan sebab tidak akan ada botol baru untuk kecap yang sama.
Di era globalsasi ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sedemikian pesat. Ekonomi  mengalami pasang surut berganti-ganti sulit diprediksi. Kontelasi kekuasaan politik juga berubah-ubah. Kita sudah tidak lagi hidup dengan anggapan lama yaitu tentang dunia yang teratur dan harmonis, melainkan hidup dalam tidak keteraturan dan kecenderungan chaos. Jadi hal semacam hanya dapat diatasi oleh orang-orang pikirannya terbukadan orang yang selalu belajar untuk hal-hal baru. Bukanlah orang-orang yang siap pakai yang dapat memanfaatkan dan berhasil untuk mengarahkan perubahan. Seperti di televisi pernah ditayangkan setelah lulus SMP dianjurkan untuk melanjutkan ke sekolah kejuruan.


1.2    Rumusan masalah

ü  Apa pengertian pendidikan
ü  Apa  pengertian perubahan sosial
ü  Bagaimana hubungan pendidikan dan perubahan sosial
ü  Apa saja gelombang kekuatan yang mengubah masyarakat manusia
ü  Pendidikan sebagai Dasar Pengembangan Masyarakat Baru
                       
1.3  Tujuan


ü  Untuk mengetahui  pengertian pendidikan
ü  Untuk mengetahui pengertian perubahan sosial
ü  Untuk mengetahui hubungan pendidikan dan perubahan sosial
ü  Untuk mengetahui gelombang kekuatan yang mengubah masyarakat manusia
ü  Untuk mengetahui Pendidikan sebagai Dasar Pengembangan Masyarakat Baru
                                    


                                     


                                       BAB II
                                            PEMBAHASA


A.Makna Pendidikan.
Pendidikan adalah serangkaian kegiatan komunikasi antara manusia dewasa  dengan si anak didik secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam rangka memberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya.
Pendidikan sering disebut ilmu normatif. Ilmu normatif adalah ilmu yang mendiskripsikan, menjelaskan dan memberitahukan kepada orang lain untuk mencapai sesuatu yang ideal. Pendidikan mempunyai beberapa unsur dasar aktivitas pendidikan yaitu:
1.Yang mendidik dan menerima, maksudnya pendidikan serasa memberi didikan yang baik kepada orang lain dan orang lain itu menerimanya.
2.Pendidikan bertujuan yang baik, yaitu  perkembangan kepentingan yang menerima agar anak pandai, cerdas, toleransi, berkepribadian islami, dan luhur serta ahli dalam berbagai bidang.
3.Cara atau jalan yang baik artinya, baik dalam cara atau jalan yang menerima (subyek-didik) dan dapat pula terkait pada hakikat yang ,memberi (pendidik) dan diterima (didikan) pada hal-hal yang baik.
4.Konteks yang positif artinya, sustu konteks yang berupaya menyisihkan negatif merubahnya menjadi posisitif.
Dari unsur-unsur tersebut dapat dirumuskan pendidikan sebagai aktivitas interaksi antara pendidik dan subyek didik untuk mencapai tujuan yang baik dengan cara baik dalam konteks hal yang positif.
Dalam UU RI No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 telah ditetapkan bahwa” Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”

B. Sekilas tentang Perubahan Sosial
Masyarakat manusia di manapun tempatnya pasti mendambakan kemajuan dan peningkatan kesejahteraan yang optimal.Kondisi masyarakat secara obyektif merupakan hasil tali temali antara lingkungan alam, lingkungan sosial serta karakteristik individu. Ketiga-tiganya selalu berhubungan antara satu sama lain sehingga membentuk sebuah bangunan.
Perubahan sosial merupakan suatu tingkah laku yang mengalami perkembangan atau kemunduran bagi seorang individu terhadap lingkungan sekitar.Pada hal ini mengarah ke terjadinya proses internalisasi program pada subyek-didik (pendidik dan peserta didik). Sebab ini menekankan pada pentingnya tujuan/cara/jalan mendidik yang cocok sesuai dengan pola hidup bergama di masyarakat sekitar.
Hal-hal yang berkaitan dengan perubahan sosial:
1.Nilai-nilai sosial
Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Sebagai contoh, orang menanggap menolong memiliki nilai baik, sedangkan mencuri bernilai buruk.
Ciri nilai sosial di antaranya sebagai berikut.
  • Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat.
  • Disebarkan diantara warga masyarakat (bukan bawaan lahir).
  • Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar)
  • Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
  • Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain.
  • Dapat mempengaruhi pengembangan diri sosial
  • Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
  • Cenderung berkaitan satu sama lain.

2. Pola-pola perilaku
Pola-pola perilaku merupakan sikap atau perilaku yang ada sejak dia lahir sampai sekarang sesuai perkembangan zaman.
3. Organisasi
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan..
4. Lembaga dalam masyarakat ( Politik ).
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.
Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.
Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
  • politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
  • politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
  • politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
  • politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik.

5. Lapisan dalam masyarakat
lapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis).
6. Kekuasaan dan wewenang.
Kekuasaan amat erat hubungannya dengan wewenang. Tetapi kedua konsep ini harus dibedakan. Kekuasaan melibatkan kekuatan dan paksaan, wewenang merupakan bagian dari kekuasaan yang cakupannya lebih sempit. Wewenang tidak menimbulkan implikasi kekuatan. Wewenang adalah kekuasaan formal yang dimiliki oleh seseorang karena posisi yang dipegang dalam organisasi. Jadi seorang bawahan harus mematuhi perintah manajernya karena posisi manajer tersebut telah memberikan wewenang untuk memerintah secara sah.
Bentuk-bentuk perubahan sosial :
1. Perubahan sosial lambat
Misalnya perubahan perubahan yang perlu waktu lama dimana perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana/kehendak tertentu. Hal itu disebabkan karena usaha usaha masyarakat untuk sesuaikan diri dengan keperluan-keperluan, keadaan-keadaan dan kondisi-kondisi yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.
a. Teori perubahan unlinier : manusia, masyarakat, serta kebudayaannya, alami perkembangan sesuai dengan tahapan-tahapan tertentu.
b. Teori perubahan universal : perkembangan masyarakat tidak perlu tahap-tahap tertentu yang tetap, sebab kebudayaan manusia telah ikuti suatu garis evolusi tertentu.
c. Teori perubahan multilinier : tahap-tahap perkembangan dalam evolusi masyarakat.

2. Perubahan sosial cepat
Misalnya perubahan yang cepat (revolusi) dapat dirncanakan terlebih dahulu, tapi hal ini bersifat relative karena dapat terjadi dalam jangka waktu lama.

3. Perubahan sosial kecil
Misalnya perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial, tetapi tidak membawa pengaruh yang berarti dalam masyarakat.

4. Perubahan sosial besar
Misalnya perubahan yang akan membawa pengaruh besar pada kehidupan masyarakat.

5. Perubahan sosial direncanakan
Misalnya perubahan yang telah diperkirakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang berwewenang.

6. Perubahan sosial yang tidak direncanakan
Misalnya perubahan yang terjadi begitu saja dan diluar jangkauan pengawasan masyarakat.

C.Hubungan  Perubahan Sosial dan Pendidikan
Sejalan dengan penjelasan perubahan sosial di atas maka sebenarnya di manakah letak posisi pendidikan. Pendidikan adalah suatu institusi pengkonservasian yang berupaya menjembatani dan memelihara warisan budaya suatu masyarakat sesuai dengan perubahan sosial.
Dalam proses perubahan sosial modifikasi yang terjadi seringkali tidak teratur dan tidak menyeluruh, meskipun sendi-sendi yang berubah itu saling berkaitan secara erat, sehingga melahirkan ketimpangan kebudayaan. Dikatakan pula olehnya bahwa cepatnya perubahan teknologi jelas akan membawa dampak luas ke seluruh institusi-institusi masyarakat sehingga munculnya kemiskinan, kejahatan, kriminalitas dan lain sebagainya merupakan dampak negatif yang tidak bisa dicegah.
Untuk itulah pendidikan harus mampu melakukan analisis kebutuhan nilai, pengetahuan dan teknologi yang paling mendesak dapat mengantisipasi kesiapan masyarakat dalam menghadapi perubahan.
Ada dua istilah dalam perubahan sosial, yaitu:
a) Diferensiasi merupakan suatu keniscayaan yang pasti dilalui oleh sistem sosial dalam mengadaptasikan diri terhadap perubahan-perubahan di lingkungannya, dan
b) Kemampuan untuk melakukan diferensiasi merupakan sebuah indikator positif mengenai kemampuan suatu sistem dalam menyesuaikan diri sesuai dengan proses-proses perubahan yang terjadi.
Sedang alur perkembangan diferensiasi pendidikan dapat diterangkan dalam beberapa poin sebagai berikut.
a) Pendidikan pada masyarakat sederhana yang belum mengenal tulisan. Dalam kehidupan masyarakatnya mengembangkan pendidikan secara informal yang berfungsi untuk memberikan bekal keterampilan-keterampilan mata pencaharian dan memperkenalkan pola tingkah laku yang sesuai dengan nilai serta norma masyarakat setempat. Pada tingkatan ini, peran sebagai siswa dan guru secara murni ditentukan oleh ukuran-ukuran askriptif.
b) Pada tingkatan yang lebih maju, sebagaian proses sosialisasi teridentifikasi keluar dari batas keluarga, diserahkan kepada semua pemuda di masyarakat tentu saja dengan bimbingan para orang tua yang berpengalaman atau berkeahlian.
c) Dengan berkembangnya diferensiasi di masyarakat itu sendiri, maka meningkat pula upaya seleksi sosial.
d) Pada tingkatan berikutnya hubungan antara pendidikan dengan masyarakat menjadi kian rumit dan semakin kompleks. Sejalan dengan arus industrialisasi dan kecenderungan diferensiasi sosial, maka spesialisasi peranan menjadi cirri istimewa masyarakat pada tingkatan keempat ini. Di sini beban-beban baru, yaitu sebagai pusat pengajaran bagi masyarakat luas, sebagai media seleksi sosial serta berperan pula sebagai lapangan pekerjaan.

Dalam perkembangan ini, sistem pendidikan beranjak pesat menjadi institusi yang mempunyai “kedudukan penting” terutama dalam menopang perubahan sosial ekonomi (baik perubahan yang direncanakan maupun tidak), lalu pendidikan berkembang menjadi “jembatan” prestise dan status, selain juga tampil sebagai faktor utama mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal, baik intra maupun antargenerasi.
D. Gelombang Kekuatan yang Mengubah Masyarakat Manusia
Dari berbagai kekuatan yang mengubah kehidupan bersama umat manusia dewasa ini adalah globalisaai. Globalisasi berasal dari  kata global yang berarti secara umumnya, utuhnya, kebulatanya. Sehingga menjadikan dunia sebagai satu kesatuan dan dunia seakan-akan menjadi sempit dan tak menghiraukan batas-batas negara. Misalnya, peristiwa suatu negara dapat tersebar keseluruh dunia.
Peranan faktor-faktor globalisasi meliputi 4 bidang yaitu,
a. Bidang iptek, misalnya adalah komputer, satelit dan lainnya. Perkembangan teknologi ini sangat cepat  yang mengakibatkan bumi semakin sempit dan transparan. Bahkan mampu memberikan orientasi baru dalam bersikap dan berfikir.
b. Bidang ekonomi, mengarah pada ekonomi regional dan global. Misalnya, NAFTA AFTA, dan lain sebagainya. Akibatnya, menyebabkan negara hanya bertapal batas politik saja, sedang dari ekonomi semakin kabur.
c. Bidang lingkungan hidup, Indonesia yang mempunyai hutan tropis terbesar di dunia harus menjaga kelestarian”paru-paru dunia” misalnya, suah di tetapkannya  kebijakan, reboisasi.
d. Bidang pendidikan, dalam kaitannya identitas bangsa, termasuk budaya nasional dan budaya nusantara.  
e. Selain itu  juga terdapat bidang lain yaitu bidang politik, hukum, dan hak-hak asasi manusia paham demokrasi. Misalnya, adalah pelaksanaan pemilu suatu negara dipantau langsung oleh negara lain, dengan mengirim para peninjau baik sebelum maupun sesudah pemilu. Ada semboyan”think globally but act locally”, yang berarti  bahwa dalam menghadapi globalisasi itu menekankan perlunya berfikir dan berwawasan global namun harus disesuaikan dengan keadaan sekitarnya.
2. Perkembangan iptek yang semakin cepat
Perkembangan iptek yang semakin cepat dapat berdampak positif ataupun negatif. Dampak positifnya, Memudahkan untuk mengikuti perkembangan iptek yang terjadi di dunia, menguasai dan menerapkannya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Sedangkan, dampak negatifnya akan muncul bila kondisi sosial-budaya belum siap menerima limpahan.
Francis Bacon “ Ilmu adalah kekuasaan” maka, teknologi merupakan kekuasaan atas: manusia, kebudayaan, dan alam.
3. Arus Komunikasi
Perkembangan komunikasi yang semakin padat dan cepat, misalnya yang berkaitan dengan informasi dan komunikasi, mendorong perkembangan masyarakat  dari masyarakat pertanian ke masyarakat industri dan masyarakat informasi. Seiringnya perkembangan informasi dan komunikasi seakan-akan mampu mengisi dimensi ruang dan waktu. Unsur  dasar proses komunikasi terdiri dari, sumber pesan, penyandian (encoding),Tranmisi pesan, saluran pembuka sandian (decoding), reaksi internal penerima ,dan gangguan (noise).
4.Peningkatan Layanan Profesional
Dengan semakin meningkatnya dan meluasnya wawasan dan pengetahuan serta daya kritis, maka menuntut kualitas hidup yang lebih baik, sehingga pelayanan profesional sangat dibutuhkan masyarakat demi meningkatkan mutu masyarakat. Sehingga  agar mencapai hasil yang optimal  maka harus di imbangi dengan peningkatan kualitas tenaga professional.
E. Pendidikan sebagai Dasar Pengembangan Masyarakat Baru                                      
Pendidikan telah dijadikan prioritas utama dan pertama dari banyak negara untuk dijadikan sebagai pondasi membangun masyarakat yang lebih demokratis, terbuka bagi perubahan-perubahan global dan menghadapi masyarakat digital.
a. Arah Baru Pedagogik
Di dalam perkembangannya, pedagogik terbatas kepada masalah-masalah mikro pendidikan, seperti perkembangan anak, proses belajar dan pembelajaran, fasilitas pendidikan, biaya pendidikan, manajemen pendidikan dan sebagainya. Di dalam perkembangannya dewasa ini, pedagogik ternyata tidak terlepas dari perubahan-perubahan sosial, politik dan ekonomi. Perubahan-perubahan sosial tersebut di atas telah membawa kepada suatu keperluan untuk memberikan orientasi baru terhadap pedagogik. Dengan demikian, pedagogik bukan hanya terbatas kepada ilmu mendidik dalam arti sempit, atau sekadar aplikasi ilmu jiwa pendidikan, tetapi juga membahas mengenai keberadaan manusia di dalam kebersamaan hidup yang  mengglobal bagi umat manusia serta suatu perubahan politik,ekonomi,sosial budaya.
b. Pendidikan, Ekonomi, Politik, dan Kebudayaan
 Pendidikan dan kebudayaan merupakan dua sisi dari mata uang yang sama. Mengisolasikan pendidikan dari kebudayaan berarti melihat proses pendidikan di dalam ruang hampa. Pakar-pakar ekonomi juga pakar-pakar kebudayaan dan politik melihat betapa pendidikan merupakan aspek yang sangat strategis di dalam menyiapkan suatu tata kehidupan manusia yang baru. Demikianlah kita melihat bagaimana peranan pendidikan di dalam menata suatu Pengaruh Budaya
Dengan berkembangnya masyrakat menuju masyarakat modern yang perlu ditekankan adalah kemampuan memfilter budaya yang masuk, karena di zaman globalisasi ini kita tidak mumgkin menutup diri terhadap pengaruh kebudayaan. Bila hal ini sampai terjadi pada kita , kita sebagai manusia yang “gaptek’’ dan tidak dapat memenuhi tuntutan zaman. Peranan pendidikan merupakan faktor penentu dalam membangun dan memperkuat ketahanan kebudayaan
c. Pengembangan sarana pendidikan
Setrategi pendidikan dalam menyongsong masa era globalisasi:
   1. Pendidikan untuk pengembangan iptek misalnya, manufacturing
   2. Pendidikan untuk pengembanga ketrampilan menegemen dan bahasa asing
   3. Pendidikan untuk pengelolaan kependudukan, lingkungan, KB,dan kesehatan
   4. Pendidikan untuk pengembangan sistem nilai misalnya, fisafat agama dan ideologi
   5. Pendidikan untuk mempertinggi mutu tenaga kependidikan dan kepelatihan misalnya
       pengelolaan pendidikan system formal dan nonformal untuk peningkatan mutu dan                           
       Sumber Daya Manusia (SDM).masyarakat baru.






                                                         



                                                             BAB III
                                                            PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian kecerdasan, akhalak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat, sehingga mampu mempengaruhi peruhahan sosial menuju masyarakat masa depan . Dengan pendidikan diharapkan mampu menghasilkan manusia yang dapat menyesuaikan diri dalam menghadapi masa era globalisasi. Masa semacam ini harus kita taklukkan dengan pengetahuan dan “melek tegnologi” supaya kita bisa bersaing dengan dengan negara-negara lain. Upaya untuk mengantisipasinya melalui beberapa cara antara lain: perubahan nilai dan sikap, pengembangan kebudayaan, dan pengembangan sarana pendidikan. Selain itu kita sebagai generasi penerus bangsa kita selalu siap untuk belajar hal-hal baru  bukan sebagai tenaga yang siap pakai untuk kepentingan industri.








                               DAFTAR PUSTAKA

§  Barnadib, Prof.Imam dan Prof.Dr.Sutari Imam Barnadib.Beberapa Aspeks substansial Ilmu Pendidikan.1996.Andi:Yogyakarta.
§  Muhadjir, Dr. Noeng. Ilmu pendidikan dan perubahan suatu teori pendidikan.1993.Rakesarasin:Yogyakarta.
§  Tirtarahardjo, Prof.Dr.Umar dan Drs.S.L.La Sulo.Pengantar pendidikan.2005.Rineka cipta:Jakarta.

§  http/www.google.it/search.









Struktur atau lembaga politik

  B. 1.     Kelompok-kelompok kepentingan Kelompok kepentingan (interest group) seringkali di defenisikan sebagai, a group of persons w...